Wednesday, October 21, 2009

i want it, i want it, i want it !

Keinginan.
Desire.
Eargerness.
Wish.
Willfulness.

Everybody has it, right? Definitely right.

Banyak banget keinginan-keinginan yang saya inginkan. Saat ini, nanti, dan yang akan datang.
Semua orang mutlak punya keinginan yang sama: masuk surga dan selamat dunia akhirat. Begitupun dengan saya. Tapi saya tidak akan memperpanjangnya karena hal itu adalah urusan pribadi kalian dengan Tuhan masing-masing.

Apa keinginan saya saat ini?
Hmmm.. cukup banyak.

Salah satunya adalah saya ingin kaki saya sembuh total.
Yeah, i know it sounds pathetic for me, but that's one of many things i want before i die.
Jika Tuhan mengizinkan, saya ingin mati dengan keadaan utuh, tanpa cacat sedikitpun. Karena saya pikir, saya harus terlihat sempurna dalam "persidangan" saya nanti di akhirat :p

Hey, hey, heyyy! Stop talking about akhirat and something.

Keinginan saya selanjutnya.. saya ingin sekali membedah kaki saya yang sakit ini. Saya penasaran apa yang terjadi di dalamnya. Apakah urat-uratnya meringkel atau ada sesuatu di dalam kaki saya sehingga saya memerlukan waktu yang cukup lama untuk sembuh? Ah, seandainya saya Nobita. Saya pasti akan minta bantuan Doraemon agar saya bisa melihat "isi" dari kaki saya.

Last but not least..

Saya ingin seperti Clementine dalam film Eternal Sunshine of The Spotless Mind. Saya ingin seperti dia; mempunyai beban pikiran yang cukup kompleks, dan dengan waktu yang singkat dia bisa melenyapkan semua beban pikirannya. Hanya dengan satu cara. Pergi ke dokter penghapus memori. Just write down the reason why do you want to erase "this name" from your memory and then you're free.

Clementine wrote:

"I want to erase Joel from my memory because i feel unhappy with him".

So, do i have to say that? I mean, do i have to do that thing?
Is that my strongest desire now?

I don't know for sure. I don't feel like i'm unhappy, i'm just tired.
I need a break. I need some rest. I need some space to be alone.
I need a huge shoulder to cry on.

To someone, may i borrow your shoulder, please?




Thursday, October 1, 2009

i must be blessed :)

Ketika saya mengeluh, saya selalu berpikir:

"Tuhan, mengapa saya selalu mengeluh? Bukankah seharusnya saya mensyukuri keadaan ini?"

Lagi-lagi saya mengeluh, dan lagi-lagi saya berpikir:

"Tuhan, bukankah Kau memberi cobaan kepada umatMu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya?"

Kemudian saya mengeluh lagi, dan berpikir:

"Tuhan, saya tidak ingin mengeluh lagi. Bisakah saya memohon kepadaMu agar tidak ada keluhan lagi dalam hidup saya?"

Setelah mengeluh, mengeluh, dan mengeluh, saya berpikir lagi:

"Tuhan, mungkinkah kita bisa hidup tanpa keluhan? Mungkinkah kita bisa hidup tanpa sebuah masalah yang berarti?"

Lalu saya berpikir, berpikir, dan berpikir:

"Mana mungkin orang hidup tanpa keluhan? Mana mungkin orang hidup tanpa masalah? Mana mungkin Tuhan tidak memberikan kita cobaan hidup?"

Retoris.
Saya rasa semua pikiran-pikiran tersebut tidak memerlukan jawaban.

Dan ketika keluhan saya sudah 'memuncak' dan rasanya saya sudah tidak tahan lagi, saya disadarkan oleh suatu peristiwa. Gempa di Padang. Gempa yang menelan korban kurang lebih 76 orang. Astagfirullohalaziim..

Ternyata, di atas langit masih ada langit. Masih banyak orang yang lebih 'menderita' dibanding saya. *sigh*

Mudah-mudahan dengan adanya musibah yang menimpa wilayah Padang, saya bisa berhenti mengeluh. Karena sekarang bukan saatnya kita untuk mengeluh, tetapi berdoa untuk mereka yang tertimpa musibah; berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan, berdoa untuk mereka yang kelaparan, kedinginan, butuh makan dan minum, obat-obatan.. karena saya disini tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya bisa berdoa untuk kebaikan mereka.

Amin :)

Saturday, September 26, 2009

okay, i got it

Now i obviously understand why people wanna end up their life :)

Wednesday, September 16, 2009

Ketika Tuhan 'Menyetrap' Saya..

16 September 2009..
Sudah lewat sebulan dari tanggal dimana saya mendapat sebuah 'insiden' yang benar-benar membuat kemampuan saya menjadi sangat terbatas.

7 Agustus 2009..
Saya kembali menjadi volunteer dalam acara Java Rockin' Land yang diselenggarakan oleh Java Festival Production. Kali ini saya berperan menjadi Team Leader untuk divisi Info Booth. Ketika jam kerja saya berakhir, saya bersama salah seorang teman saya memutuskan untuk berjalan-jalan sambil menikmati setiap panggung yang dijajakan di Pantai Carnaval Ancol, Sampai ketika kami berjalan dan menemukan sebuah wahana yang cukup menantang adrenalin saya.

Saya dan teman saya pun ingin mencobanya. Sebuah wahana ekstrim berbahan balon parasut, dengan perosotan setinggi kurang lebih 3 meter di bagian depan, dan sebuah panjatan tebing (wallclimbing look-a-like) di bagian belakangnya. Jadi untuk dapat merosot kita harus memanjat terlebih dahulu.

tampak depan, sayang tidak sempat difoto bagian belakangnya


Oke, dengan semangat energi penuh nyali kamu naik ke wahana tersebut, namun si abang penjaga tiba-tiba menegur dan memberitahu bahwa jika ingin menikmati wahan itu maka dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,- . Saya pun lantas menolak biaya itu karena saya panitia resmi, memakai ID Card, dan memakai HT pula. Setelah memaksa-maksa abangnya akhirnya kami diizinkan menaiki wahana itu dengan syarat harus membuka sepatu.
Kemudian dengan susah payah kami mencoba memanjat tebing itu dengan bantuan satu tali panjang yang tergulur dari atas. Namun tiba-tiba teman saya tumbang, dia tidak berani memanjat karena menurutnya itu cukup tinggi. Saya tetap teguh pada pendirian. Saya berusaha memanjat sekuat tenaga sampai akhirnya saya berada di puncak yang ternyata benar-benar tinggi, jauh dari bayangan saya sebelumnya. Ketika berada di puncak, ada seorang abang penjaga yang akan menginstruksikan semua peseluncur (termasuk saya). Saya pun diberi wejangan:

"Neng, nanti kalo mau meluncur jangan lupa kakinya harus naik begini ya *sambil mengarahkan gayanya*, jangan sampe kakinya nyentuh perosotannya".

"Oke bang!", jawab saya dengan mantap.

Tapi apa yang terjadi ternyata mengangkat kaki tidak semudah yang saya pikirkan. Awalnya saya mengangkat kaki, namun ketika berada di tengah-tengah perosotan saya merasa 'berat' dan akhirnya kaki saya menyentuh perosotan itu dan..........

*klek*

Kejadiannya begitu cepat sekali sampai saya tidak begitu ingat apa yang sebenarnya terjadi pada kaki saya ketika saya menyentuh perosotan itu. Yang jelas ketika saya mendarat kaki kanan saya terasa ngilu dan kulit kaki kanan serta kiri saya terkelupas. Tidak berdarah, namun mengeluarkan cairan, entah itu nanah atau sejenis cairan lainnya. Karena saya ditonton cukup banyak orang, saya pun berusaha 'sok cool' di hadapan mereka seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada kaki saya. Saya pun sempat loncat-loncat terlebih dahulu sebelum turun dari wahana mengerikan itu, dalam rangka untuk... difoto oleh teman saya.

hasil foto 1

Align Centerhasil foto 2

Saya pikir kejadian itu hanya 'sepele', mungkin 2-3 hari saja terasa sakitnya, setelah itu akan normal lagi. Tapi ternyata saya salah menduga. Sepulang dari Ancol saya hanya merendam kaki saya dengan air hangat, lalu memberi betadine pada kaki yang terluka.

foto pertama kaki terluka


Keesokan harinya saya masih belum bisa berjalan selayaknya orang normal; kaki kanan saya tidak bisa menapak karena jika demikian akan terasa sakit. Seminggu setelah kejadian itu akhirnya ibu saya memanggil tukang urut langganan dan... diurutlah saya. Selesai diurut saya merasa lebih baik, hanya saja saya merasa ngilu di bagian betis. Lagi-lagi saya menyepelekannya dan sehabis diurut saya pergi menonton bersama teman-teman saya dan tentunya... itu membutuhkan banyak tenaga ekstra karena saya harus naik turun tangga bioskop.
Oke, saya sadar bahwa tindakan saya saat itu salah karena keesokan harinya kaki saya malah tambah sakit. Seminggu berikutnya saya berobat ke ahli patah tulang yang cukup tersohor, Haji Naim, Di sana saya divonis kalau ternyata tulang kaki saya ada yang bergeser. Diurutlah kaki saya, setelah itu kaki saya diberi penyangga dari kayu agar kaki saya bisa tegak lurus.

bentuk kaki setelah berobat ke Haji Naim


Di Haji Naim banyak sekali pantangannya: No AYAM, KAMBING, UDANG, TONGKOL, INDOMIE, TELOR, ES, PISANG, NANAS, dan masih banyak yan lainnya. Jadi selama itu saya hanya mengkonsumsi sayuran dan daging sapi serta tidak pernah minum dingin. 5 hari berikutnya kaki saya masih terasa sakit, dan kali ini sakitnya menyambar dahsyat hingga ke betis, padahal tadinya hanya sakit di sekitar mata kaki. Akhirnya saya ke Haji Naim lagi. Bukannya tambah baik tapi saya malah tambah sakit. Setiap bangun tidur pasti kaki saya dari ujung mata kaki sampai betis terasa nyeri sekali. Karena merasa urutan Haji Naim tidak bekerja dengan baik, 3 hari kemudian saya melakukan pengobatan medis. Saya ke dokter spesialis bedah ortopedi di Rumah Sakit Setia Mitra. Di sana kaki saya dirontgen, untuk memastikan apakah ada yang salah dengan kaki saya. Ternyata setelah dilihat, kaki saya baik-baik saja, tidak ada tulang yang bergeser ataupun patah, tetapi masalahnya justru ada pada tendon saya. Ya, tendon saya ketarik.

Seharusnya jika keadaannya demikian tidak boleh dipijat, apalagi diurut. Itu yang menyebabkan kenapa saya selalu merasa ngtilu dari ujung mata kaki sampai betis. Akhirnya dokter melakukan tindakan dengan cara memberi strap (sejenis plester) pada kaki saya dan kaki saya sengaja dibuat tidak 90 derajat, dengan tujuan agar kaki saya istirahat, karena jika tidak distrap dan saya menapak, maka urat saya akan ketarik lagi. Saya juga diharuskan untuk melakukan fisioterapi sebanyak 6 kali, setelah itu baru kontrol ke dokter lagi. Kaki kanan saya jadi tidak bisa menapak, dan saya pun akhirnya menggunakan jasa tongkat untuk membantu saya agar bisa berjalan. Pada saat itu hanya kaki kiri saya yang bekerja, kaki kanan saya 'mati suri'.

Dari tanggal 1-11 Agustus, kaki kanan saya 'dikunci' dan saya berjalan pakai tongkat. Dengan terpaksa juga saya pun harus bolos kuliah karena saya tidak mungkin berangkat kuliah dengan keadaan kaki seperti itu. Bisa dibayangkan betapa terbatasnya kemampuan saya saat itu, dan itu membuat saya menjadi sangat tergantung pada orang lain, karena saat itu saya cuma punya SATU KAKI.. saya benar-benar 'disetrap' oleh Tuhan.

Tuhan.. ini benar-benar 'sentilan' trehebat yan pernah saya alami. Saya banyak mendapat pelajaran atas kejadian ini. Semoga setelah insiden ini saya bisa lebih berhati-hati lagi dalam bertindak dan semoga saya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, amiin.

Intinya, jalan saya tidak akan berhenti sampai di sini. Semangat saya untuk membahagiakan kedua orangtua saya dan juga untuk mewujudkan cita-cita saya akan terus menyala, apapun keadaannya.

Terima kasih Tuhan..
Tanpa 'setrapanMu' ini saya pasti tidak akan pernah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga ini, dan ini akan membuat saya semakin dekat denganMu.

Terima kasih mama papa.. atas segala perhatiannya, doanya, curahan kasih sayangnya, kesabarannya menghadapi saya yang selalu mengeluh kesakitan, sabar menghadapi saya yang selama sakit ini banyak minta tolong ini itu. Maaf kalau saya sudah merogoh banyak kocek kalian selama pengobatan saya ini.

Terima kasih juga buat si Anu, yang sudah begitu sabar menghadapi saya yang cerewet minta macam-macam, minta dianterin fisioterapi setiap hari, minta diperhatiin terus selama saya sakit.

Terima kasih tak terhingga buat semua teman-teman saya, yang selalu mendukung saya, mendoakan saya, menyemangati saya untuk cepat sembuh, selalu menemani saya disaat saya sendirian di rumah, selalu menghibur saya dengan cerita-ceritanya yang membuat saya tersenyum dan tertawa, terima kasih..

Lagi-lagi saya minta doanya ya teman-teman supaya saya bisa sembuh total dan saya bisa berjalan seperti dulu lagi, supaya saya bisa menuntaskan kewajiban-kewajiban saya, mewujudkan cita-cita saya, dan yang paling penting supaya.....

Saya bisa membahagiakan kedua orangtua saya.

Terima kasih semuanya.. :)





Tuesday, July 28, 2009

oh, i'm so thankful

Suatu hari, salah seorang temen gue di facebook yang juga kolega RTC masuk di highlights gue. Dia menulis sebuah notes yang bikin gue.. *sigh*

Ini dia cuplikannya:

Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC - untuk menceritakan pengalamannya.

Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan dan karyawan2 yang lain menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat ... dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai :

HAL-HAL YANG KECIL SEPERTI BERIKUT :

Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.

Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.

Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.

Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Seorang karyawan ketinggalan bus.

Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.

Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.

Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.

Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.

Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.


Karena itulah kalau loe semua merasa semuanya terlihat sangat kacau, adik loe lambat berpakaian, kunci mobil ngga ketemu, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala, dll. jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga hidup loe!
Kiranya Tuhan selalu memberkati loe semua dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu dan semoga loe bisa ingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi.
Bersyukurlah, karena kita tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.Dimanapun loe berada, dan apapun yang lagi loe alamin sekarang mungkin itu adalah yang terbaik dari Tuhan untuk anda!Sekali lagi syukuri hari-hari loe karena pasti ada hikmah dibalik semua itu!


Oh my goodness..
Emang yah selalu ada hikmah di balik peristiwa. Gue sendiri pernah ngalamin, waktu gue gagal nonton konser N*E*R*D itu loh. Kan -1H gue baru mau beli tiketnya, eh terus gue berantem gitu sama si Anu sampe akhirnya gue nggak jadi beli tiketnya. Begitu besoknya gue mau beli, gue dapat kabar dari orang JFP kalo N*E*R*D batal konser. Gile, kalo seandainya gue nggak berantem dan gue jadi beli tiket -1H itu, gue pasti bakalan ngantri gila-gilaan buat minta uang kembali!!! Bener kata nyokap gue: "Semuanya itu pasti ada hikmahnya".


Alhamdulillah.. :)

Monday, July 27, 2009

turn your name into a face!

Hello Kitschy! (kayak nama blognya si Alex)

Kira-kira 2 hari yang lalu gue buka kaskus, terus nemu situs lucu.
Pertama gue buka sih, gue sempet bingung. Apaan sih ini?
Eh ternyata cukup sukses ngebuat gue ketawa.

Jadi, hanya dengan menulis nama, kita bisa ngeliat muka kita berdasarkan nama kita sendiri!

Pertama gue coba pake nama Vania Damayanti, nama lengkap gue. Dan ini hasilnya:

wah kok gue jadi jenggotan ya? hahaha..

Oke, sekarang gue coba 'Vania' aja. Begini hasilnya:

wahahaa..tambah cacat!


Gue coba 'Damayanti' ah:

HAHAHA.. makin cacat!


Lho kok nggak ada yang bener ya muka gue?! Mukanya jadi lanang semua. Jelas-jelas kan gue wanita.

Oh iya, gue coba pake 'Anye'. Gimana ya hasilnya?

bener-bener lanang


Gimana kalo pake nama andelan gue, 'Anye Mathers'.. Ternyata hasilnya begini:

mirip si kembar nakula dan sadewa nggak sih? *ngarep*


Hahahahahhaaa.. Dari semua nama yang gue punya, nggak satupun yang mirip atau paling nggak mirip-mirip dikit lah sama muka gue, nggak adaaaaaa!
Gue bener-bener berubah jadi LAKI-LAKI. Sejati.

Hyahahahahhaaaaahahaa...

Buat yang mau nyoba peruntungan wajahnya, monggo klik di sini. Hihii..

SELAMAT MENCOBA!






Friday, July 3, 2009

Pays Sauvage

Voila!

Terus terang gue sendiri sebenernya nggak tau apa arti kata 'Voila' itu. Tapi ya berhubung kali ini gue akan ngebahas salah satu karya musik yang berasal dari negeri yang (katanya) indah itu, jadi yaa Voila deh! Hehehhe..

Now please welcome, Emily Loizeau!

Emily Loizeau, cewe asli Perancis kelahiran 7 Februari 1975 ini selain berperan sebagai penyanyi, dia juga adalah seorang komposer dan penulis. Begitu denger lagunya pertama kali di salah satu radio swasta terkemuka di Jakarta, gue langsung jatuh cinta! Hits singlenya, Sister, yang kental akan unsur folk pop bikin hati jadi ademmm banget dengernya, damai banget deh rasanya.

Albumnya, Pays Sauvage, yang merupakan album ketiga setelah L'autre bout du monde dan Je Suis Jalouse berisikan 14 lagu-lagu manis berirama folk pop. Nggak hanya itu aja, dalam lagu-lagunya Emily juga memasukkan banyak unsur yang kedengerannya 'Prancis' banget. Suaranya Emily, yang mengingatkan gue akan suaranya Lisa Ekdahl, juga menambah kekhasan tersendiri dalam lagu-lagunya. Selain Sister, gue juga suka banget sama Coconut Madam, La Derniere Pluie, dan The Princess And The Toad. Overall, gue suka semua lagu dalam album ini. Cocok banget didengerin sore hari atau pas perjalanan pulang. Great!

I give 8/10 for this album.

Oh iya, buat yang mau dengerin albumnya, bisa diunduh di sini.

Enjoy!









Tuesday, June 23, 2009

too much

Too much.

Why i wrote that words as my title?

Well, it's because i've got many stories, and it's too much to tell, i guess..

Just wait until i posted my new one!

:)

Wednesday, June 10, 2009

do not forget me

In the wintertime
Keep your feet warm
But keep your clothes on and don't forget me
Keep the memories
But keep your powder dry too

In the summer by the poolside
While the fireflies are all around you
I'll miss you when I'm lonely
I'll miss the sunshine too

Now don't forget me
Please don't forget me
Make it easy on me just for a little while
You know I think about you
I hope you'll think about me too

When we're older a little slower it doesn't matter now come on get happy
'cause nothing lasts forever but I will always love you

Now don't forget me
Please don't forget me
Make it easy on me just for a little while
You know I think about you
I hope you'll think about me too.

Wednesday, May 20, 2009

Today's..

Selamat pagi dunia..

Hari ini adalah hari yang kesekian kalinya gue ada di rumah. Biasanya hari Senin pagi sampe Jumat pagi gue ada di kosan, tapi berhubung 2 minggu yang lalu nyokap gue operasi mata (katarak), jadi dalam 2 minggu ini gue bolak-balik Pamulang-Depok, take a good care for my mom.. :)

Hari ini adalah hari dimana gue meliburkan diri. Ya sebenernya gue ada kuliah nanti jam 1 siang. Tapi rasanya muales banget ke Depok cuma buat 1 mata kuliah doang. Jadi gue pikir lebih baik di rumah aja, ngerjain hal-hal yang belom sempet gue kerjain. Sekalian nyicil tugas juga--baca novel bahasa Belanda 'SPITZEN' terus bikin resensi plus kritiknya-- selamat ya, nye!

Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional. Gue jadi inget setahun yang lalu. Gue dapet UAS take home DKI (Dinamika Kebudayaan Indonesia) yang tugasnya adalah nulis pendapat tentang peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional. Haha. Tapi kali ini kok nggak begitu keliatan ya kalo hari ini tuh HARKITNAS? Maksud gue nggak ada berita beritanya gitu, atau belom ya? Apa karena udah bukan 100 tahun lagi tapi 101? Atau apa karena lagi sibuk-sibuknya ngurusin PILPRES? Mungkin.

Udah dulu ah. Gue mau beraktivitas dulu. Deeeeee..

Saturday, April 25, 2009

New Model. Original Parts.


Buat para pecinta otomotif, gue yakin film ini bakal ngebuat mereka geleng-geleng kepala, berdecak kagum, ataupun mengekspresikannya lewat kata-kata: "GILA! Keren banget nih film!" atau "Gokil! Seru banget kebut-kebutannya!".

Film ini merupakan film keempat dari seri film action-sport The Fast and The Furious, 2 Fast 2 Furious, dan The Fast and The Furious: Tokyo Drift. Nggak jauh beda dari film-film sebelumnya, film ini mengajak para penontonnya berpacu dalam adrenalin. Seru banget adegan kebut-kebutannya!

Ceritanya sederhana. Dom Toretto (dimainkan dengan ciamik oleh Vin Diesel), ingin membalas dendam atas kematian Letty yang disebabkan oleh kelompok sindikat narkotika, Braga. Di sisi lain, ada Brian O'Conner (Paul Walker), seorang agen FBI yang juga teman lawas si Dom, ingin menangkap gerombolan narkotika tersebut. Mereka berdua akhirnya bekerja sama menangkap pemimpin Braga.

Walaupun Fast and Furious dihiasi oleh beragam mobil-mobil keren, adegan kebut-kebutan yang seru, dan para pemain yang oke-oke, tapi jujur gue nggak menemukan something special dalam film ini. Buat gue filmnya biasa aja, nggak sebagus film pertamanya, The Fast and The Furious. But, what i love was the ending from this movie. Cool!

Well, i give 7,5/10 for this movie.

Sunday, April 19, 2009

yes it's true!

YES IT'S TRUE!
Jamiroquai Live in Concert, April 8th 2009 at Sentul Convention Centre

Yeay, i made it!
Akhirnya kesampean juga gue buat nonton Jamiroquai!
Seneeeeeenggg banget. Ya walaupun sebelumnya gue sempet kecewa karena sesuatu hal. Yaudalah ya. Gue nggak mau inget-inget masalah itu lagi.

The concert was great!
Konsernya keren banget. Asik banget. Jaykay total banget. Yang bikin asik lagi adalah konsernya jebol! Hahaha.. Jadi gini, gue beli tiket di F, which is paling belakang dan gue dapet tempat duduk paling pinggir banget. Lagian aneh juga ya, masa konser Jamiroquai duduk?!! Musiknya funk jazz gitu. Ya jelas enakan berdiri lah. Bisa dengan bebas goyang-goyang. Ya kan?! Alhasil ya gue cuma bisa ngeliat sound systemnya doang deh. Udah gitu mana bannernya kecil banget lagi. Rrrrrggghhh! Akhirnya gue memberanikan diri untuk loncat ke tempat duduk C. Lumayanlah agak depanan dikit. Begitu securitynya lagi nggak ada, gue loncat lagi ke tempat duduk A. Masih belom puas, gue menyelinap ke arah kanan, semakin kanan, semakin deket sama panggung, sampe akhirnya sang security pasrah dan dia akhirnya ngebuka pembatas kelas VIP. Tanpa babibu lagi gue langsung lari ke depan panggung, nyari posisi paling depan. Yeahhhh! Gue sukses berdiri beberapa meter doang dari Jaykay. Oh my God!!! Baru kali ini gue nonton konser idola gue, paling depan pula. Damn!

Jaykay sukses ngebius penonton dengan sederet hitsnya, Seven Days in Sunny June, Cosmic Girl, Little L, Love Foolosophy, Space Cowboy, Canned Heat, plus hits lainnya. Sepertinya Jaykay sengaja milih lagu-lagu yang iramanya ngebeat supaya penonton ikutan goyang. Sempet kecewa juga sih karena lagu yang gue tunggu-tunggu; Falling dan Picture of My Life, nggak dibawain! Mungkin karena lagu itu iramanya nggak ngebeat kali yee. Tapi yang gue heranin, kenapa Virtual Insanity nggak dibawain juga??!! Padahal lagu itu kan iramanya ngebeat banget.
Jaykay menutup konsernya dengan tembang lawas yang jadi soundtrack film Godzilla, Deeper Underground. Perfect!

Konsernya oke banget. Atmosfirnya oke banget. Cara mereka menyajikan musiknya juga oke banget. Tapi sayang, Jaykay kurang komunikatif sama penontonnya. Nggak kayak Jason Mraz waktu di Java Jazz. Jaykay cenderung lebih diem, dia cuma ngucapin sepatah dua patah kata doang ke penontonnya. Hmmm.. mungkin dia bete kali yaa gara-gara dia ngeliat masih banyak kursi yang kosong.

long time no ...

long time no...
TALK

long time no...
TOUCH

long time no...
LAUGH

long time no...
SEE

long time no...
POST

:)

Friday, April 10, 2009

Mati tidak cukup sekali...

Mati Suri, oase di tengah film horror sampah! -Mahessa Arinanda

Awalnya emang gue agak males nonton film ini. Film Indonesia, horor pula lagi. Pasti sampah banget. Tapi setelah kena rayuan si Anu untuk nonton film ini, akhirnya gue mau juga.

Menurut gue, Mati Suri adalah salah satu film horor Indonesia yang cukup memiliki kualitas. Film besutan sutradara videoklip Rizal Mantovani ini bercerita tentang Abel (Nadine Chandrawinata) yang mengalami mati suri setelah dia mencoba bunuh diri lantaran stres karena dia dikhianati oleh calon suaminya, Wisnu (Yama Carlos). Abel beruntung karena dia bisa selamat dari maut. Tapi, dengan selamatnya Abel dari maut itu malah justru membuat hidup Abel nggak tenang. Semenjak itu dia sering dihantui oleh 'sesuatu' yang sepertinya nggak rela kalo Abel hidup lagi.

Mati Suri emang nggak seserem Jelangkung atau Pocong 2. Bisa dibilang, film ini lumayan lah. Ceritanya bisa diikutin, teriaknya dapet, tegangnya juga dapet. Setannya juga lumayan serem. Nggak norak kayak di film Terowongan Casablanca. Yang gue suka lagi dari film ini adalah posternya. Coba diliat deh. Sekilas gambarnya menyerupai tengkorak, tapi setelah diperhatiin lagi ternyata itu pocong. Cool!

Overall, i give 7,5/10 for this movie.

One Push Can Change Everything (?)

Judulnya sih PUSH. Taglinenya One push can change everything. Tapi judulnya sama sekali nggak nyambung sama filmnya. Parah.

Awalnya sih gue sama sekali nggak tertarik nonton film ini. Salah seorang temen gue bilang kalo film ini nggak bagus. Salah seorang temen gue lagi bilang kalo film ini keren. Yaa tapi karena udah nggak ada pilihan lain selain Fast and Furious (soalnya temen nonton gue itu udah nonton F&F), akhirnya film ini jadi pilihan gue dan temen-temen gue untuk ditonton.

Film ini bercerita tentang sekelompok pemuda Amerika dengan kemampuan melihat masa depan bersembunyi dari seorang agen mata-mata Amerika. Mereka harus menggunakan kemampuan mereka dan menggabungkannya untuk melarikan diri dari agen tersebut selamanya-(21cineplex.com).

Dari awal film ini udah membosankan. Banget. Dimulai saat adegan sang tokoh utama waktu kecil. Terus tau-tau udah gede. Tiba-tiba muncul si Dakota Fanning yang punya kekuatan bisa ngeliat masa depan lewat gambar yang dia buat. Lanjut lagi ada sekelompok orang Cina, yang cewek itu punya kekuatan sama kayak Dakota Fanning. 2 orang cowok Cina lainnya punya kekuatan lewat teriakannya. Kalo mereka berdua teriak, kota bisa ancur dan bisa ngebunuh orang. Apaaaa coba?!!! LUCU BANGET deh. Apalagi pas adegan yang settingnya lagi di pasar, terus kedua cowok itu teriak. Ehh semua ikan-ikan yang ada di akuarium itu pada berdarah terus pecah akuariumnya. Usaha yang cukup bagus untuk membuat penonton ketawa. Nice try.

Jujur gue sama sekali nggak dapet kesan bagus begitu selesai nonton film ini. Menurut gue film ini tuh parah banget. Mungkin sang penggagas cerita film ngefans berat kali yaa sama serial Heroes. Untung durasinya cuma 88 menit. *sigh*

This is one of the worst movie i ever seen.
Mudah-mudahan nggak ada film separah ini lagi di tahun 2009. Amin.

I give 5/10 for this movie.

Even best friends can't share the same wedding day


Agak basi yaa sebenernya baru nonton film ini. Hehehehe..
Nevermind, i'll try to write down the review of this movie.

Bride Wars. Film bergenre drama komedi ini bercerita tentang sepasang sahabat, Emma (Anne Hathaway) dan Liv (Kate Hudson). Mereka udah bersahabat dari kecil. Kemana-mana mereka selalu berdua. Sampe pada suatu hari mereka berdua sama-sama dilamar oleh pacarnya. Mereka juga sama-sama ingin melangsungkan pernikahan di tempat yang udah mereka idam-idamkan dari kecil, The Plaza. Setelah mereka sama-sama mendaftarkan diri di wedding organizer, ternyata waktunya bersamaan dan nggak ada salah satu dari mereka yang mau ngalah. Sejak saat itulah mereka bermusuhan. Keduanya sama-sama ingin menggagalkan pernikahan sahabatnya dengan berbagai cara.

Sebenarnya, Bride Wars bukan film pertama yang ngambil cerita tentang pernikahan. Sebelumnya udah ada My best friend's wedding, The Bachelor, 27 Dresses, Maid of Honor, dan lainnya. But i think, Bride Wars isn't one of the best wedding movie ever. Emang sih ceritanya ringan dan gampang diikutin. Tapi nggak tau kenapa, gue kurang dapet aja feelnya. Nggak kayak film 27 Dresses yang walaupun ceritanya ringan tapi tetep ngena di gue. 27 Dresses jauh lebih baik dari Bride Wars, dari segi cerita maupun endingnya.

Nggak ada kesan spesial setelah gue nonton film ini. Tapi lumayanlah buat sekedar hiburan di kala senggang. Apalagi yang main cantik-cantik dan ganteng-ganteng ;p

I give 7/10 for this movie.

Awaiting posts...

Waiting

Waiting

Waiting

Waiting...

Wait for my new posts, friends! :)

show your contribution!


Tanggal 9 kemarin baru aja dilangsungkan Pemilu. Ini emang bukan yang pertama kalinya gue ikut pemilu karena sebelumnya gue udah pernah nyoblos. Tapi yang beda dari Pemilu tahun ini adalah cara memilihnya, dari dicoblos jadi dicontreng. Bukan cuma itu aja, ini juga pertama kalinya Caleg DPR dipilih langsung oleh rakyat.

Jujur, menurut gue, pemilu tahun ini tuh RIBET banget. Kita harus nyontreng 4 kertas; hijau untuk DPRD Kabupaten, biru untuk DPRD Propinsi, kuning untuk DPR RI, dan merah untuk DPD RI. Mending deh kalo kertasnya A4 dan cuma selembar. Ukuran kertas suaranya tuh gede banget, gue bahkan sampe nggak tau berapa ukurannya! Udah gitu berlembar-lembar lagi. PR banget deh..

Ada kepuasan tersendiri setelah gue mencontreng. Yaa walaupun gue nggak begitu ngerti sama dunia politik, tapi seenggaknya satu suara gue itu berguna dan berpengaruh untuk kelanjutan bangsa ini. Dengan mencontreng, berarti gue udah berkontribusi buat negara gue sendiri. Ini bukan buat gue, bukan buat dia, tetapi ini buat INDONESIA. Yeay!



Saturday, March 28, 2009

black and white

long and short

small and big

high and low

cheap and expensive

poor and rich

laugh and tears

happiness and sadness

. . .

life is black
life is white

life is about black or white..

Thursday, March 26, 2009

the devil's work is child's play

Karena N*E*R*D batal konser di Jakarta, gue dan si Anu akhirnya memutuskan untuk ke FX. Bersama si Anu dan salah seorang teman kampusnya yang berambut afro itu, gue akhirnya memilih untuk menonton film ini.

Sekilas melihat poster filmnya, kelihatannya film ini cukup menjanjikan. Terbesit dalam pikiran gue kalo film ini sejenis sama The Omen, film yang ngebuat gue jadi parno kalo ngeliat anak kecil malem-malem di jalanan.

Sayang, gue missed menit-menit awal dari film ini karena gue telat masuk. Begitu gue masuk, adegannya udah sampai pada adegan dimana sang anak kecil sedang dibekap dalam bagasi mobil. Gue mencoba untuk mengerti jalan cerita dan ternyata gue sama sekali nggak mengalami kesulitan untuk ngikutin ceritanya walaupun nggak nonton awalnya. Film yang disutradarai oleh Stewart Hendler ini bercerita tentang sekomplotan penjahat yang menculik seorang anak kecil berumur 8 tahun bernama David. Mereka menginginkan uang tebusan dari orangtua si anak kecil itu. Namun yang mereka dapat bukanlah uang tebusan, melainkan serangkaian peristiwa-peristiwa aneh. Satu persatu anggota dari komplotan penjahat itu mati. Setelah terjadi peristiwa-peristiwa aneh tersebut, mereka baru menyadari bahwa anak kecil yang mereka culik itu bukan anak biasa. Anak kecil itu lebih jahat dari yang mereka duga.

Film yang 'untungnya' cuma berdurasi 95 menit ini cukup ngebuat gue beberapa kali nutup mata. David, sang tokoh sentral yang dimainkan dengan apik sekali oleh Blake Woodruff, sukses memberi nyawa dalam film ini. Aktingnya natural, dan sepertinya dia udah dapet banget chemistry buat jadi orang jahat. Tapi sayang, endingnya kurang bagus (kalo menurut gue). Terlalu biasa dan nggak ada "wah" nya. Seharusnya ending dari film ini bisa lebih bagus lagi.

Alangkah bagusnya kalo sebuah film itu punya ending yang bagus, unpredictable, dan bikin orang yang nonton berdecak kagum sambil geleng-geleng kepala terus berkomentar:

"Gila..gilaaa..gokil nih film!"

Finally, i give 6,5/10 for this movie.

Wednesday, March 25, 2009

sooner or later?

Hari Minggu, tanggal 22 Maret kemarin, harusnya menjadi tanggal yang cukup bersejarah bagi gue. Kenapa? Karena salah satu idola gue ini.......


Pharrel Williams bersama konco-konconya, Shae Haley dan Chad Hugo yang tergabung dalam sebuah grup musik bernama N*E*R*D (No one Ever Really Dies) yang beraliran hip hop rock ini bakal manggung di Tennis Indoor Senayan jam 8 malem! Gila! Seneng banget gue pas tau mereka mau konser disini. Selain karena mereka adalah salah satu grup musik yang gue gandrungi, tiket konsernya juga lumayan terjangkau. Rp. 250.000,00 untuk di tribune dan Rp. 300.000,00 untuk di festival (cuma beda gocap). Lumayan kan?! Biasanya kan kalo konser-konser gitu standarnya 500 uda paling murah. Tapi kali ini cuma 300 menn.. Tanpa babibu lagi, gue langsung memutuskan untuk nonton konser itu bersama si Anu.

Karena tanggal konsernya yang nggak beda jauh sama ultah si Anu, akhirnya kami berdua sepakat untuk membeli tiketnya pada hari Sabtu, -1H. Salah satu IT Java Festival Production (JFP) bilang kalo kantor pada hari Sabtu ditutup jam 3 sore. Maka dari itu, kami berangkat dari Bandung jam 10 pagi, dengan harapan bisa nyampe Jakarta sekitar jam 1an. Namun dalam perjalanan pulang, terjadi kesalahpahaman antara kami berdua, jadinya kami memutuskan untuk beli tiketnya hari Minggu aja, minus beberapa jam sebelum konser. Sempet deg-degan juga sih tadinya, takut tiketnya keabisan.

Hari Minggunya, si Anu jemput gue jam 1an. Meluncurlah kami berdua ke kantor JFP di bilangan Simprug. Sebelum kesana, si Anu ngisi bensin dulu di daerah Ciputat. Sambil nunggu si Anu ngisi bensin, gue ngambil duit dulu di ATM yang letaknya nggak jauh dari pom bensin. Pas gue mau ngambil duit, tiba-tiba ada sms dari sang IT itu, yang isinya cukup membuat gue terkejut..

"NERD nggak jadi konser, batal."

Damn. Tadinya gue masih belum percaya. Tapi setelah gue masuk ke dalam mobil, si Anu juga bilang kalo dia disms temennya, bilang kalo konser NERD dibatalin. Shittttt! Untuk lebih pastinya lagi, akhirnya gue dan si Anu ke kantor JFP. Dan ternyata benar adanya.. NERD batal konser di Jakarta. Untuk keterangan lebih lanjut bisa diliat disini. Intinya sih gara-gara si Malingsia tuh. Huaaaa sedihh banget gueeee! Padahal gue udah ngapalin lagu-lagunya juga. F! Untung aja gue belom beli tiketnya, kalo nggak males banget deh ngantri-ngantri minta kembaliin duitnya. Ternyata emang selalu ada hikmah ya di balik sesuatu yang nggak enak, hehehhe.. Coba kalo gue dan si Anu nggak salah paham, terus jadi beli tiket hari Sabtu. Pasti bakalan lebih nyesek tuh. Apalagi yang beli tiketnya udah dari jauh-jauh hari. Beuuhhh..bakalan nangis darah kali yee.

Untuk mengusir kebetean karena nggak jadi nonton konser NERD, akhirnya gue dan si Anu memutuskan untuk jalan-jalan aja ke FX, makan sama nonton. Seperti rutinitas kami biasanya kalo bermalam mingguan. :)

So, when Pharrel and the gang will come to Jakarta? Is it sooner? or later??
I hope it sooner.. amiin..

Sunday, March 22, 2009

when the movie ends, it's not really the end..


"When the movie ends, it's not really the end"
Sebuah tagline film yang menurut gue cukup persuasif. Ditambah lagi dengan desain poster filmnya yang nyeremin banget. Dan juga ada tulisan "Directed by the co-writer of SHUTTER and ALONE". Hal tersebut membuat gue yakin seyakin-yakinnya kalo film ini emang bener-bener serem dan patut ditonton.

Oke. Gue akan bercerita sedikit mengenai film Thailand besutan sutradara Sopon Sukdapisit ini. Coming Soon bercerita tentang kehidupan Shane, seorang proyeksionis (kayak Janji Joni gitu deh) di sebuah bioskop di Thailand. Hidupnya mulai berubah setelah dia menonton sebuah film horor Thailand terbaru melalui DV-Cam. Dia mengalami peristiwa-peristiwa aneh, semua yang terjadi di film itu terulang kembali, namun kini dalam kehidupan yang nyata. Shane merasa seperti dihantui oleh 'sesuatu'. Merasa hidupnya tak tenang, Shane dibantu oleh mantan pacarnya mencari jawaban dan cara agar hidupnya bisa tenang seperti dulu lagi. Namun yang didapat justru bukan ketenangan, melainkan malapetaka yang terus menerus menimpa Shane.

Asli. Sumpah. Gue ketakutan setengah mati nonton Coming Soon. Hampir di setiap adegan dalam film ini terus ngebuat penontonnya tegang. Gue pribadi, selama nonton bawaannya pengen nutup mata terus dan pengen cepet-cepet keluar dari bioskop. Seremnya polll! Orang Thailand emang paling jago deh bikin film horor!

Serupa tapi tak sama
Film yang cuma diputer di Blitz Megaplex ini sebenarnya serupa dengan film horor Thailand lainnya seperti Shutter dan Alone. Bahkan ada salah satu adegan yang mengingatkan gue sama film Shutter, yaitu saat sang pemeran utama nggak sadar kalo dipunggungnya ada sang hantu yang lagi gelendotan. Atau bahkan film Alone yang sama-sama 'tak terduga' endingnya. Hiiii..jadi merinding sendiri deh gue!

Pada dasarnya mereka memang serupa, tapi nggak sama. Serupa karena hantunya sama-sama nyeremin, alur cerita yang kadang hampir sama, ending yang sama-sama tak terduga, atau bintang utama yang sama gantengnya (teteup..). Yang membedakan cuma jalan ceritanya aja. Ada yang jadi fotografer, ada yang abis operasi mata terus bisa ngeliat yang aneh-aneh, ada yang nerima missed call terus langsung mati, dan segudang cerita unik lainnya. Orang Asia emang bener-bener kreatif!

Kualitas film horor Asia emang udah nggak diragukan lagi. Sejak munculnya The Ring dan Ju-On, para filmaker Asia nggak pernah bosen untuk ngebuat film horor dengan beragam jalan cerita yang unik, menegangkan, dan lebih nyeremin pastinya. Kesuksesan The Ring dan Ju-On yang udah diremake versi US-nya ini disusul dengan melejitnya berbagai macam film horor Asia lainnya seperti The Eye, One Missed Call, The Wig, Death Note, dan lain-lain.

Ironis banget sama Indonesia. Kualitas film horor Indonesia masih kalah jauh dibanding film horor Thailand dan sekitarnya. Semenjak Ada Apa dengan Cinta (AADC) meroket, dunia perfilman Indonesia emang bangkit dan banyak sineas-sineas muda menelurkan beberapa film horor. Tapi cuma ada beberapa aja yang berkualitas, sisanya sangat-sangat nggak layak buat ditonton alias sampah. Sangat disayangkan bahwa Indonesia yang sebenarnya memiliki banyak potensi ini belum mempunyai kualitas film horor yang bisa disejajarkan dengan film horor Thailand dan sekitarnya. Kalo film horor Indonesia mah boro-boro nyeremin, yang ada malah bikin ketawa!

Nothing is perfect
Sebagus-bagusnya film, seserem-seremnya film pasti punya kekurangan. Begitu juga dengan Coming Soon. Overall, film ini bagus; ceritanya, pengambilan gambarnya, settingnya, akting pemainnya, hampir semuanya oke. Tapi di awal-awal film, ceritanya cenderung ngebosenin. Ada kali tuh 10 menitan gue bosen nontonnya. Prolognya sih oke. Tapi abis itu kok spanningnya jadi ilang ya? Yaa nggak ilang total sih, tapi missed sedikit. Selain itu, durasi filmnya sebentar banget, cuma 95 menit. Padahal, kalo durasinya lebih lama lagi, pasti bakalan lebih seru tuh. Tegangnya jadi lebih lama, deg-degannya juga lebih lama, dan teriaknya jadi makin sering. Seru abis. Lama-lama gue nangis darah deh saking ketakutannya. Hahaha...

I give 8,5/10 for this movie.

So when 'this shit' ends, it's not really the end cuz i'll be back with another 'shit' again, s o o n !

Saturday, March 14, 2009

hear the music (but i can't) feel the beat


Tadi siang baru aja gue nonton film ini di dvd. Boleh pinjem sih dvdnya sama temen gw, Vicky. Hehe.
Sebelumnya gue udah pernah ngeliat trailer film ini waktu gue nonton Yes Man sama si Anu. Ah jadi kangen nih sama si Anu.
(lho kok jadi curhat??!)

Anyway, pas ngeliat trailernya sih lumayan menarik, soalnya ada embel-embel:

"...from the writer of STEP UP and SAVE THE LAST DANCE".

Udah gitu yang main cantik lagi. Dance-nya juga lumayan.
Tapi, begitu tadi gue selesai nonton filmnya, kesan pertama yang gue dapet adalah BIASA.

Film ini bercerita tentang impian seorang Lauryn Kirk (Mary Elizabeth Winstead) yang pengen masuk ke sekolah musik dan tari di Chicago namun ia gagal. Karena nggak enak plus malu sama kakaknya, Joel (John Reardon), Lauryn akhirnya memutuskan untuk bekerja di Ruby's, sebuah club di Chicago. Kemudian dengan kerja keras, akhirnya ia mampu nunjukkin kemampuannya.

Menurut gue, film arahan sutradara Darren Grant ini terlalu biasa dan kurang menggigit.
Jalan ceritanya biasa banget dan kayaknya udah banyak deh yang ceritanya sejenis sama film ini.

Gue pikir, biarpun ceritanya biasa, pasaran, dan gampang ketebak, adegan dancenya bisa ngebantu film ini 'naikkin nilai'. Tapi ternyata enggak. Gerakan-gerakan dancenya kurang asik, biasa banget. Kalo dibandingin sama You Got Served, kalah jauh deh.

Walaupun film ini itungannya biasa banget buat gue, tapi cukup menghibur lah. Seenggaknya, gue dapet salah satu dialog si Russ (Riley Smith) yang jadi favorit gue:

"See everybody who walks away from a dream has a reason, i think it's brave to take another shot".

'Make it Happen' ngasi pesan ke penontonnya untuk jangan pernah nyerah. Jangan pernah berhenti mencoba untuk ngeraih mimpi. Klise banget ya. Kayaknya semua orang juga tau deh.

I give 6,5/10 for this movie.

Friday, March 13, 2009

it's a festival for all !!!

Seneng deh..
Akhirnya gw bisa berpartisipasi juga dalam acara besar ini..


Yep, Java Jazz! Setelah Java Jazz taun lalu gw gagal jadi volunteer, taun ini akhirnya dapet juga. Alhamdulillah. Seneng banget? Yaiyalah. Gimana nggak seneng coba, gw nonton Jason Mraz dua kali men! Hehehehe..

Sebenernya gw udah pernah jadi volunteer juga di acara JFP (Java Festival Production) taun lalu, Soulnation, dan gw dapet kerjaan nge-scan-in ID orang-orang. Tapi kali ini kerjaan gw beda. Gw jadi mbak-mbak Info Booth yang tugasnya ngejawab pertanyaan orang-orang yang dateng ke Java Jazz. Kerjaannya lumayan cape, apalagi kalo dapet shift malem. Bayangin aja, ada sekitar puluhan ribu orang yang dateng ke Java Jazz, dan makin malem tuh makin banyak yang dateng. Orang-orang yang nanya macem-macem, dari yang penting sampe yang nggak penting sama sekali. Biasanya sih mereka nanya:

"Mbak, Exhibition Hall B dimana ya mbak?"
"Mbak, Plenary dimana mbak?"
"Mbak, Assembly 1 dimana tuh mbak?"

Atau, yang paling sering diucapin sama pengunjung:

"Mbak, mau minta jadwal acara."
"Mbak, kalo mau beli tiket Jamiroquai dimana ya?"


Pokoknya macem-macem deh nanyanya.

I think that was totally fun, and i got many benefits from it :)

See ya on the next JFP's event!

Tuesday, March 3, 2009

What Does it Take to Find a Lost Love? D. Destiny


Slumdog Millionaire. Film apaan tuh? Kok bisa sih film itu ngalahin film-film kayak Benjamin Button, Revolutionary Road, dan lain-lain di ajang bergengsi Golden Globe 2009? Jujur waktu nonton Golden Globe, gw sama sekali nggak ngejagoin film ini. Selain karena gw belom nonton, jelas lah kalo gw lebih menjagokan film yang pemainnya sekelas Brad Pitt atau Leonardo DiCaprio. Dibanding sama Slumdog Millionaire yang 'nggak jelas' pemainnya.

Besoknya, gw baca di koran mengenai film yang banyak meraih penghargaan di ajang bergengsi tersebut. Setelah membaca itu, gw jadi tertarik buat nonton film ini. Rasa penasaran gw makin bertambah ketika banyak temen-temen gw yang memuja-muji film yang disutradarai oleh Danny Boyle ini.

Dan ternyata, nggak salah kalo film ini banyak dapet penghargaan. This movie deserve to have it. Film ini emang bagus. Nggak dari segi cerita aja, tapi juga dari segi pengambilan gambarnya dan settingnya. Kualitas pemain? Nggak kalah sama bintang-bintang Hollywood. Bintang-bintang Bollywood di film ini seperti Dev Patel, Anil Kapoor, Saurabh Shukla sukses meranin karakternya masing-masing.

Film berdurasi 2 jam ini menceritakan tentang kisah hidup Jamal Malik yang tinggal di daerah perkumuhan di Mumbai, India. Dia bersama kakaknya, Salim, mencoba bertahan hidup setelah ibunya meninggal. Mereka terus berjuang melawan kerasnya hidup. Di tengah kerasnya hidup, mereka bertemu dengan Latika, dan kemudian bersama-sama kabur dari komplotan orang-orang jahat yang akan menjadikan mereka pengemis jalanan. Sampai akhirnya mereka bertiga berpisah, mengambil jalan hidup masing-masing. Jamal yang mencintai Latika tak kuasa menahan hasratnya untuk menemukan cinta sejatinya itu. Karena Jamal tau kalo Latika sangat menyukai kuis Who Wants To Be A Millionaire (WWTBAM), dengan harapan Latika akan menontonnya, dia mengikuti kuis tersebut dan tanpa disangka, Jamal yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, yang kualitas pendidikannya minim dan nggak bisa baca ini, bisa ngejawab pertanyaan-pertanyaan kuis tersebut yang notabenenya "nggak gampang".

Jika dalam film drama yang pada umumnya punya alur yang maju, nggak berlaku bagi film ini. Alur film ini maju mundur. Pada awal film, terlihat adegan dimana Jamal, sang tokoh sentral, sedang diinterogasi oleh polisi yang mencurigainya melakukan perbuatan curang ketika ia mengikuti kuis WWTBAM. Scene berikutnya berubah lagi menjadi scene saat Jamal mengikuti kuis WWTBAM. Saat Jamal mencoba menjawab pertanyaan, flashback pun terjadi. Scene berubah menjadi scene kehidupan Jamal sewaktu ia masih kecil. Alur terus berjalan maju mundur sampai pada pertanyaan terakhir.

Walaupun film ini pernah dapet kecaman dari penduduk India yang nggak suka dengan nama daerahnya disebut "Slumdog", hal tersebut toh nggak menghalangi kesuksesan film ini.
I recommended you to watch this movie karena film ini nggak seperti film drama yang umumnya mengumbar kekayaan, hedonisme dan sebagainya. Dan juga nggak seperti film India pada umumnya, yang banyak adegan joget-joget, nyanyi-nyanyi, atau lari-larian kesana kemari.
Film ini harus ditonton! Yeah.

Sunday, February 15, 2009

freedom begins with an act of DEFIANCE

Hari Sabtu kemarin, bertepatan dengan hari kasih sayang itu, gw dan si Anu pergi jalan-jalan ke sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan. Kami berdua menonton sebuah film yang dibintangi oleh sang James Bond, Daniel Craig.

Defiance merupakan kisah nyata yang mengisahkan tentang perjuangan kaum Yahudi melawan pasukan Jerman (Nazi).
Film bersetting tahun 1941 ini menceritakan tentang The Bielski Brothers, Tuvia (Daniel Craig), Zus (Liev Schreiber), Asael (Jamie Bell), dan Aron (George MacKay) yang lolos dari sekapan tentara Nazi. Mereka dan orang-orang Yahudi lainnya yang selamat mencoba bertahan hidup dengan mendirikan camp di hutan sebagai tempat persembunyian mereka dari kejaran tentara Nazi yang akan membantainya. Konflik antara Tuvia dan Zus pun muncul. Karena nggak setuju sama idenya Tuvia yang akan tetep stay di hutan sampai perang berakhir, Zus akhirnya cabut dan dia bergabung dengan pasukan tentara Rusia. Masalah bertambah ketika tentara Nazi mulai mengetahui keberadaan mereka. Untuk menghindari kejaran tentara Nazi, mereka melakukan evakuasi. Merasa senasib dan sepenanggungan, Bielski Brothers dan tentara Rusia akhirnya bersatu melawan tentara Nazi.

Gw suka banget sama film ini. Selain menghibur, film ini juga kaya akan nilai sejarahnya. Gw sebenernya nggak begitu suka sama film perang-perangan, tapi karena pengemasannya yang menarik, gw jadi suka. Mulai dari pemilihan pemainnya, Daniel Craig, Jamie Bell, dan Liev Schreiber--yang udah nggak diragukan lagi kemampuan aktingnya--begitu juga sutradaranya, Edward Zwick, yang pernah ngegarap film Blood Diamond dan The Last Samurai. Tapi gw berusaha nggak subjektif disini. Film ini emang bagus; dari segi ceritanya, pengambilan gambarnya, alurnya, backsoundnya dan juga spanningnya. Defiance bukan cuma nyuguhin perang-perangan, tembak-tembakan, bunuh sana bunuh sini, tapi juga kisah cinta antara si Asael sama seorang cewe Yahudi--yang kemudian jadi istrinya--si Tuvia sama Lilka yang cinlok terus nanti akhirnya mereka nikah dan hidup bahagia.

Dalam film ini, lo bukan cuma bisa 'nonton' aja, nikmatin pemainnya yang ganteng-ganteng, atau ngerasain adrenalin lo memuncak, tapi bisa juga buat belajar. Nggak cuma belajar sejarah aja, tapi juga belajar gimana lo bisa survive dari keadaan yang nggak nyaman. Film ini juga sarat akan pesan moralnya yang yahhh--semua orang juga tau--yaitu berjuanglah sampai titik darah penghabisan. ^^

Well, this movie was entertaining and educating me enough!
Y'all better watch it..

Saturday, February 14, 2009

you made my heart go giddy up!

Belom lama ini si Anu baru beli CD compilation reggae gitu. Isinya yaa lagu-lagu reggae (yaiyalah moso keroncong?!) dari masa ke masa. Selama gw ada di mobil si Anu, doi selalu muter CD itu sampe-sampe gw apal semuanya. Yaelah lebay banget. Hahaha.

Ada salah satu lagu yang 'catchy' banget di telinga gw. Irama lagunya riang banget, udah gitu suara penyanyinya khas banget! Kayak anak kecil! Udah gitu aksen britishnya kentel banget. Jenaka deh pokoknya. Awalnya sih gw cuma ketawa-ketawa aja dengernya. Sampe akhirnya kemaren gw penasaran sama penyanyinya. Gw liat di CDnya, oh nama penyanyinya MILLIE SMALL. Begitu sampe di rumah, gw langsung googling si millie, dan ternyata...

DIA EMANG JENAKA BANGET MUKANYA!!! HAHAHAHAHAA.. :LOL


video


Atau yang versi item putihnya..



video

Lucu banget! Jenaka banget! Gimana gw nggak ketawa coba ngeliat tampang dan ekspresi muka kayak si Millie itu..Bwakakakakakaaa..
Coba liat deh pas di akhir video ada 3 cewe nari-nari nggak jelas.
Hahahhahahaa..Sumpah, nggak bisa nggak ketawa deh gw ngeliatnya..... :lol

Dan ternyata gw juga baru tau kalo lagu itu produksi tahun '64! Gilee.. jadul banget!
Liriknya simple banget..

My boy lollipop
you made my heart go giddy up
you are as sweet as candy
you're my sugar dandy
Ha, ho my boy lollipop
never ever leave me
because it would grieve me
my heart told me so
I love you, I love you, I love you so
but that I want you to know
I need you, I need you, I need you so
and i'll never let you go
my boy lollipop
you make my heart go giddy up
you set the world on fire
you are my one desire
Oh oh My lollipop
My boy lollipop, my boy lollipop


What a nice and catchy song! I'm lovin' it.. ^^

*want to know more about Millie? silakan googling sendiri yaa.. :)

Friday, February 6, 2009

Istoria da Paz

Gw baru aja selesai baca buku ini. Sebenernya buku ini udah lumayan lama ada di rumah, cuma gw baru sempet aja bacanya.
Buku karangan Okke 'sepatumerah' ini berkisah tentang seorang wanita yang bekerja sebagai editor di sebuah penerbitan, Damai Pricilla. Dia baru aja putus cinta setelah menjalin hubungan selama 5 tahun dengan pacarnya. Dalam keadaan yang notabenenya hancur banget, dia dapet tugas dari kantornya untuk membuat sebuah buku yang menceritakan tentang seorang guru di Sekolah Damai yang merupakan sekolah bagi anak-anak pengungsi di Timor Leste. Selama perjalanannya itu, dia ketemu sama orang-orang baru yang dengan tanpa sengaja udah ngerubah pola pikirnya tentang kehidupan.

Buku ini bagus dan cukup menghibur. Ceritanya simple tapi ngena. Apalagi buat cewe-cewe yang pernah ngerasain hal yang sama kayak si Damai; ngerasain gimana rasanya dikhianatin sama orang yang bener-bener kita cintain. Penggambaran setting dalam buku ini juga oke banget. Kita seakan-akan berada langsung di lokasi, yaitu di Timor Leste. Feel ketimurannya berasa banget. Kebetulan sang pengarang suka banget traveling dan dia pun udah pernah ke Timor Leste. Jadi, no wonder lah..

Gw nemuin beberapa dialog sang tokoh, Dion, yang (sempet) pernah jadi status di facebook gw.
"Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat, mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing manusia." (hal.138)
Ada juga yang lumayan ngena di gw.
"Padahal, mungkin kebahagiaan itu tidak perlu dicari, karena dia memang telah ada, di depan mata kita sendiri."
"Siapa tau, hanya dengan mengubah sudut pandang tentang kehidupan, ternyata bahagia yang tadinya tidak kelihatan jadi terlihat jelas." (hal. 153)
Ouchh, such a really touching me!

Honestly, gw hampir nggak nemuin kekurangan dalam buku ini. Cuma di beberapa halaman ada beberapa kata yang salah penulisannya. Yah, editor kan juga manusia. ^o^

welcome back!


Setelah kurang lebih sebulan gw jauh dari yang namanya D.E.P.O.K, akhirnya..

i'm back again!

Dan hari ini menjadi weekend pertama gw, setelah sebulan lebih libur.
Bangun-sholat subuh-mandi-minum energen-berangkat-kuliah. Yeah.

It's my life
It's now or never
I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive
My heart is like an open highway
Like Frankie said I did it my way
I just wanna live while I'm alive
It's my life
(Bon Jovi - It's My Life)





Saturday, January 31, 2009

untitled

Huff..

Hari ini ada acara wisudaan di kampus. Seneng deh, ngeliat mereka dengan muka bangganya yang nunjukin "Gw udah jadi sarjana nih, men!". Gw jadi ngebayangin, nanti gw bakal seperti mereka. Pake toga, dinyanyiin Gaudeamus Igitur, salaman sama rektor..terus nanti semua keluarga gw bakal dateng, ngeliat peristiwa bersejarah dalam hidup gw..nanti.

Ada salah satu dari mereka yang merupakan temen lawas gw, sebut aja namanya Vio. Dia tuh temen SD, SMP, dan kuliah gw. Vio bukan sekedar temen main atau temen cerita. Dia bisa dibilang juga rival gw. Kami selalu berebutan ranking. Kalo dia yang ranking satu, gw ranking 2. Atau sebaliknya. Tapi itu cuma waktu SD aja. Waktu SMP gw kurang bergaul sama dia, karena kami nggak pernah sekelas. Gw dan Vio nggak satu SMA. Dan di dunia perkuliahan pun gw nggak seangkatan sama dia, karena waktu SMA dia ikut kelas aksel.

Gw baru tau dari facebooknya, kalo dia udah selesai sidang dan bakal diwisuda taun ini. Waw. Pas baca gw sempet syok dan agak-agak mupeng juga. Gile nih anak. Seumuran gw udah jadi sarjana. Skripsi. 3,5 tahun. Cum Laude pula. Hebat! She deserve to have it. No wonder lah, dia emang pinter banget.

*sigh*

Ngeliat dia gw jadi nggak mau kalah.
Ok gw nggak mungkin 3,5 taun.
Gak mungkin Cum Laude juga.
Tapi gw bakal punya titel yang sama kayak dia.
Dan (insyaalloh) gw bakal skripsi juga.

Amin.

Doain gw yaa.. :D

Thursday, January 29, 2009

one word can change everything

Kemaren, gw dan si Anu baru aja nonton film terbarunya Jim Carrey, Yes Man.

One Word Can Change Everything

Film drama komedi yang diproduseri sendiri oleh Jim Carrey ini menceritakan tentang Carl Allen (Jim Carrey), seorang karyawan bank yang hidupnya monoton banget. Hingga pada suatu hari dia bertemu dengan seorang temannya yang mengajaknya untuk mengikuti sebuah self-help program Say "YES" to Everything..and Anything. Carl akhirnya mengikuti program tersebut dan kehidupan Carl pun berubah. Hidupnya menjadi sangat menyenangkan; dia mendapat promosi dari kantornya. Selain itu, dia juga bertemu dengan Allison (Zooey Deschanel) yang membuat kehidupan cintanya menjadi berwarna lagi.

Film besutan sutradara Peyton Reed ini cukup sukses membuat gw tertawa. Akting Jim Carrey disini udah nggak diragukan lagi lah ya, secara dia jagonya komedi. Tapi nggak tau kenapa film ini nggak begitu 'ngena' banget di gw. Nggak seperti film-filmnya Carrey yang lain kayak God Almighty, Me Myself and Irene, Liar Liar, Ace Ventura, The Mask, atau Eternal Sunshine of the Spotless Mind, film ini menurut gw masih kalah jauh.

Tapi gw nggak bilang film ini jelek lho. Film ini bagus. Banyak pesan moralnya yang bisa diambil. Gw inget banget sama dialognya Allison waktu dia lagi ngomong sama Carl (gw lupa adegannya):
"Life is a Playground..."
Yeah gw setuju sama Allison. Life is a playground where you can play it whatever you like.
Gw jadi ngebayangin kalo di dunia ini bener-bener nggak ada kata "NO" atau "TIDAK" sama sekali. Semua orang harus bilang "YES" atau "YA". Kira-kira apa jadinya ya? Hahaha.

Pesan moral dari film ini yang bisa gw ambil adalah:
-Think twice before you decide. Jangan langsung bilang "YA" atau "TIDAK".
-Nggak ada salahnya mencoba sesuatu yang belom pernah kita coba sebelumnya.
-Di balik kata "YA" itu selalu ada kesempatan (kata si Anu, hehehe).
-Setiap orang itu pasti punya kesempatan untuk melakukan sesuatu.
-Kesempatan itu nggak (selalu) datang dua kali, tiga kali, atau empat kali.
-Pergunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.


Buat yang belom nonton film ini dan berniat mau nonton film ini, i bet that you'll laughing (out loud, maybe) and you'll get the message from this movie. Enjoy!

Monday, January 26, 2009

to the top, to the top

Tanggal 24-25 Januari kemaren, gw baru aja dari Puncak dalam rangka menghadiri acara malam kekerabatan RTC untuk menyambut kolega baru 2009. Acaranya bertempat di Puncak, tepatnya di Villa Kembar, Ciburial.

jelas banget kan denahnya? hehe..

Acara ini emang udah jadi acara tahunannya RTC dimana kolega-kolega 2008, termasuk gw, membuat+mengkonsepkan+memfasilitasi acara ini. Acara ini bukan acara perploncoan atau sejenisnya, melainkan acara untuk menyambut kolega-kolega baru angkatan 2009, dengan tujuan untuk membuat mereka semakin dekat dengan RTC dan kolega-kolega lainnya.

happy go sticky yeahh!

Dalam acara ini gw bertindak sebagai staff acara, yang kerjaannya adalah membantu sang penanggung jawab acara, Didi Hardian. Kami berangkat dari RTC jam 12 siang dengan menggunakan tronton. Selama perjalanan menuju Puncak, gw duduk bersebelahan dengan sang 'ketua genk'. Dan gw pun sempet-sempetnya melakukan sesi foto-foto.

ini salah satu hasilnya

Gw dan rombongan lainnya tiba di Puncak sekitar jam setengah tigaan. Begitu sampai di lokasi, gw cukup terkesima dengan pemandangan disana. Maklum lah, Villa Kembar itu berada di ketinggian yang yaa, lumayan bikin badan beku. Maaf lho kalo agak sedikit lebay.

pemandangan langsung dari teras villa

tinggi banget

Ya begitulah gambaran mengenai Villa Kembar.

Ok lanjut.

Seperti biasa, acara maker ini diisi dengan perkenalan antar kolega, games seru, persembahan dari kolega baru, outbond, dan yang paling ditunggu-tunggu.. Sharing with alumni.
Acaranya cukup seru dan cukup membuat gw tertawa puas. My favourite part is.. Show time alias persembahan dari kolega baru. Lucu-lucu banget. Puas deh ngetawain mereka. Hahaha. Ditambah lagi dengan MCnya yang sukses membuat semua yang ada disana terpingkal-pingkal.
Cepetan deh. Ini dia Miss ANGOLA..

upss, sori frans, hehehe..

Besoknya adalah outbond day. Gw kebagian jaga pos 4 bersama si Echo. Selama nunggu kolega-kolega baru selesai di pos yang sebelumnya, gw dan kawan-kawan sekali lagi (tetep) melakukan sesi foto-foto. Lagi-lagi foto. Maaf ya saudara-saudara. Hehe. Tapi tenang aja, gw nggak akan masukin fotonya kesini. Mungkin kalo ada yang berminat pengen liat fotonya bisa diliat dari facebook gw.

Outbond ditutup dengan games terakhir yang udah jadi tradisi dari taun ke taun, yaitu Kolam Duit. Cara bermainnya bisa dibayangin sendiri. Silakan berimajinasi.

Akhirnya. Selesai juga acaranya. Gw dan kawan-kawan checkout dari vila jam 2 siang.

Akhirnya lagi, gw mengucapkan:
Selamat datang kolega baru 2009! Semoga kalian bisa ngasih kontribusi buat RTC dan semoga kalian tetep bertahan di RTC. Amin.




Thursday, January 22, 2009

sooner or later


Kemaren gw abis dari RTC dalam rangka rapat maker. Seperti biasa, gw nggak ngelewatin kesempatan untuk 'nyolong' lagu-lagu baru. Ini adalah salah satu hasilnya. Begitu denger lagu ini, gw langsung jatuh cinta banget! Langsung deh gw cari liriknya, dan ternyata, liriknya baguss..

Sooner or later it all comes crushing down (crushing down),
crushing down (crushing down) when everyone's around
I bet you would've paid up or you'll cash down (you'll cash down)
and not make a sound (to make a sound) everyone knows now

(So you're sad)
About the moment you lost your love (Damn)
You couldn't see her leaving
(You were gassed)
And that's such ??
cause God yanked the rug and holding your heart will not help you breathe

Sooner or later it all comes crushing down (crushing down),
crushing down (crushing down) when everyone's around
I bet you would've paid up or you'll cash down (you'll cash down)
and not make a sound (to make a sound) everyone knows now

It all some crushing down
It's over leave it
It's over leave it
It's over leave it
It's over leave it

(So you're sad)
And you should own it and you fucked up (Damn)
You thought that you were the team
(You were gassed)
And now you're a opponent who wears your gloves (Damn)
A nightmare just ate up your dreams

Sooner or later it all comes crushing down (crushing down), crushing down (crushing down) when everyone's around
I bet you would've paid up or you'd cash down (you'll cash down)
and not make a sound (to make a sound) everyone knows now

It all some crushing down
It's over leave it
It's over leave it
It's over leave it
It's over leave it

(So you're sad)
Could have had so much done you blew it off (Damn)
Your chance is passing you by
(You were gassed)
Time waits for no one
And it cost for a lost
Because made joke should you laugh or cry

Sooner or later it all comes crushing down (crushing down), crushing down (crushing down) when everyone's around
I bet you would've paid up or you'd cash down (you'll cash down)
and not make a sound (to make a sound) everyone knows now

It all some crushing down
It's over leave it
It's over leave it
It's over leave it
It's over leave it

Yep, that was N*E*R*D's new single, Sooner or Later. Buat yang mau dengerin lagunya, yang penasaran sama lagunya, yang pengen tau lagunya kayak apa, silakan klik disini. Lagu ini masuk ke dalam album baru mereka, Seeing Sounds. Sayang gw belom bisa ngedapetin full albumnya.


Sooner or Later i'll get their full album, yeah!


N*E*R*D tetep konsist di jalur musik kulit hitam. Seperti pada lagu-lagu N*E*R*D sebelumnya, musik mereka tetep ada percampuran alternative-nya, dan ada sentuhan rocknya juga. Lagu sooner or later ini buktinya. Di fade terakhirnya ada permainan gitar ciamik dari... nggak tau namanya gw. Hehehe.

Dari dulu gw emang suka banget sama N*E*R*D. Menurut gw, musik mereka tuh jenius. Ya, mungkin di Indonesia nggak banyak orang yang suka sama mereka. Buktinya disini, nama mereka nggak begitu mencolok banget. Masih kalah sama JayZ atau BoyzIIMen kali yee.

Best part of this song, i think:

Time waits for no one, and it cost for a lost..

*Buat yang punya link download free album seeing sounds, mau dong. ^^
 

Blog Template by YummyLolly.com