Tuesday, August 7, 2012

serba serbi nonton bioskop di jakarta


Life is like a movie… Write your own ending, keep believing and keep pretending! – The Muppets

Film.
Siapa sih yang nggak suka nonton film? Hampir sebagian besar penduduk Indonesia itu suka nonton film. Entah itu film televisi (yeah FTV), film bioskop, atau bahkan film biru (nah loh). Bahkan nonton film sekarang bukan cuma sekedar hobi atau hiburan, tapi juga jadi bagian dari gaya hidup. Saya sebagai warga pinggiran Jakarta pun nggak bisa memungkiri kalau nonton itu = lifestyle. Apalagi jaman sekarang media untuk nonton film semakin beragam. Mau nonton film yang nggak harus keluar rumah, tinggal beli DVD atau download film di internet. Bisa juga pantengin film di salah satu channel TV swasta atau langganan TV kabel yang ada channel film semacam HBO dan kawan-kawan. Mau nonton film sekalian jalan-jalan keluar rumah atau malem mingguan, tinggal pilih mau nonton di XXI atau Blitz Megaplex. Semuanya tergantung dari pilihan masing-masing.

Disini saya nggak akan nulis tentang kebiasaan orang-orang Indonesia sewaktu menonton film, atau 10 film terbaik menurut versi saya. Sebagai penikmat film dan korban lifestyle (fyuh), saya mau cerita soal pengalaman saya menonton film di 4 tempat yang berbeda…

Theater IMAX – Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah

Sebelum ada IMAX yang menghebohkan Jakarta itu, Keong Emas ini udah ada sejak jaman saya masih bocah. Tempatnya ada di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Nah, beberapa bulan yang lalu, saya bersama teman-teman RTC UI berkunjung kesana dalam rangka jalan-jalan seseruan bareng. Rencana untuk nonton di Keong Emas emang udah masuk di salah satu agenda jalan-jalan saya dkk, secara saya belum pernah juga gitu nonton disana hehehe. Dengan tiket seharga Rp. 30.000,- saya udah bisa nonton film dokumenter ‘Born To Be Wild’ di Keong Emas yang memakai teknologi IMAX juga, wuih!

tiket masuk theater IMAX Keong Emas



 
Nonton di Keong Emas itu nggak ada nomor seat-nya, jadinya ya rebutan lah duduknya. Begitu masuk, saya langsung ambil posisi duduk di tengah dan wow, saya sempat takjub begitu masuk ke dalam studio karena layarnya gede dan luas banget! Karena saya nggak begitu suka film dokumenter, saya cuma menikmati film di awal-awal aja, sewaktu baby orangutan dan baby elephant-nya diekspos. Untuk kualitas gambar dan suara emang nggak terlalu bagus, seat-nya juga nggak enak, tapi lumayan kok untuk sekedar hiburan dan edukasinya :)

sempet-sempetnya pose di Keong Emas

IMAX – XXI Gandaria City

Ini dia yang sempet menghebohkan Jakarta beberapa waktu yang lalu. Jelas bikin heboh karena studio IMAX XXI Gandaria City (GanCit) ini pertama dan satu-satunya di Indonesia. Banyak orang berbondong-bondong ke sana, pada penasaran sama kualitas IMAX yang katanya keren dan canggih itu. Saya pun termasuk orang yang heboh dan penasaran pengen nonton di IMAX. Sejak H-7 pembukaan studio IMAX, saya udah rajin browsing tentang IMAX yang studionya merupakan gabungan dari 2 studio XXI GanCit, dari mulai cari tau harga tiketnya, film-film apa aja yang bakal ditayangin di IMAX dan lain-lain. Dan ketika hari H, saya gagal menonton perdana IMAX karena tiketnya selalu SOLD OUT! Saya selalu keabisan tiket karena rata-rata mereka yang mau nonton IMAX udah pada mesen tiketnya duluan lewat M-Tix, atau mereka udah ngantri dari jam 10 pagi! Biarpun gagal nonton IMAX di hari perdananya, Alhamdulillah saya nggak kelewatan euphoria-nya. Akhirnya, kira-kira H+7 saya berhasil nonton The Avengers 3D juga di IMAX, itu juga dengan bantuan orang dalem! Kalo enggak, mungkin saya baru nonton H+30 kali ya hehehe. Begitu masuk, studionya WOW banget, walaupun layarnya lebih besar di Keong Emas. Dengan tiket masuk seharga Rp. 50.000,- (weekdays), saya bisa menonton film dengan kualitas gambar dan suara yang nggak perlu ditanya lagi… Gambarnya bener-bener wide and crystal clear!  Kursinya nyaman, suaranya juga maksimal, apalagi ini film 3D, jadi lebih kerasa banget 3D-nya dibanding nonton 3D di studio reguler. AMAZING!

pose norak dengan kacamata IMAX


 
Satin Class – Blitz Megaplex Grand Indonesia

Saya selalu suka dengan tagline Blitz Megaplex (BM): Beyond Movies. Dari pertama kali BM muncul, saya suka dengan konsep BM yang nggak mainstream – sebagai kompetitor perusahaan bioskop 21 Cineplex. Walaupun jaringan BM belum sebanyak 21 Cineplex, dan terkadang film yang ditayangin di 21 nggak ada di BM karena urusan birokrasi, BM tetap mampu menyuguhkan alternatif hiburan di akhir pekan. Selain itu, BM juga punya studio khusus yang nggak dimiliki kompetitornya, yaitu Dining Cinema, Velvet dan Satin Class.

Sekitar bulan Maret yang lalu, saya dapet 2 freepass Satin Class di Blitz Grand Indonesia. Karena padatnya kerjaan dan jadwal main, dan juga bingung mau ajak siapa (hmpft), saya baru sempet nonton saat injury time. Eh, bukan injury time lagi, tapi final time begitu masa berlaku freepass ini abis, 30 Juni kemaren. Fyuh. Akhirnya daripada bingung, saya ajak tetangga sekaligus sahabat saya, Evan, untuk nemenin nonton ‘Brave’ sekalian malem mingguan bareng.

penampakan tiket Satin Class

Studio Satin Class ini ada di atas, jadi harus baik eskalator dulu. Begitu masuk, saya sempet kaget karena studionya ternyata satu tempat dengan studio reguler, cuma bedanya Satin Class ada di bagian atas, jadi sejajar sama layar gitu. Saya sebenernya kurang sreg sih dengan kesejajaran itu, apalagi jarak kursi dengan layarnya lumayan jauh, jadinya kualitas gambar dan suaranya nggak maksimal. Malah tadinya saya pikir Satin Class ini punya studio khusus sendiri.  Tapi kekurangan itu terbayar dengan kenyamanan dan fasilitas studionya. Selain kursinya bisa buat selonjorin kaki, ada meja kecil juga di samping kiri dan kanannya buat naro tas atau makanan/minuman. Pelayanannya pun super oke. Kalau kita mau pesen makanan/minuman, tinggal pencet tombol yang ada di meja, petugas langsung datang untuk melayani, kembaliannya pun dianter pula jadi kita hanya cukup duduk manis aja. Mau liat penampakan studio Satin Class? Googling aja kali ya :)


Premiere XXI Gandaria City

Setelah berkali-kali gagal nonton The Dark Knight Rises (TDKR) di IMAX, akhirnya saya dan movie mate saya, Billy, memutuskan untuk nonton TDKR di studio Premiere XXI GanCit. Ada beberapa pertimbangan kenapa saya milih nonton di Premiere XXI. Pertama, saya selalu keabisan tiket IMAX walaupun udah beli online lewat M-Tix! Kedua, saya dan Billy sama-sama belum pernah nonton di Premiere (hehe). Terakhir, TDKR merupakan film 2D, dan durasinya 165 menit. Jadi, kami pikir kenyamanan saat nonton TDKR itu penting banget!

tiketnya aja keliatan mewah banget

Begitu masuk studio Premiere XXI, saya sempet norak gitu karena nggak ngerti cara mengatur sofanya supaya bisa selonjorin kaki, hehe. Sempet celingak-celinguk juga karena semua orang di studio pada selimutan. Nah loh, selimutnya ditaro dimana tuh? Ternyata selimutnya ada di dalam laci meja, hihihi. Harus saya akui, diantara 3 tempat nonton yang udah saya ceritain di atas, studio Premiere XXI GanCit ini yang paling PW! Dengan tiket masuk seharga Rp. 50.000,- (weekdays), saya bisa nonton dengan super nyaman, sofa yang empuk, selimutan pula, that’s what i called lil’ heaven! Walaupun layarnya nggak sebesar layar IMAX, kualitas gambar dan suara juga nggak seperti IMAX, dan di awal-awal film saya sempet terganggu dengan kehadiran petugas yang sibuk bolak-balik untuk melayani pesanan makanan dan minuman, saya bener-bener enjoy nonton di Premiere XXI! Serasa nonton home theater di rumah karena di dalam studionya sendiri cuma tersedia 30 kursi (CMIIW). Lux banget deh pokoknya!

Mau dimana pun nontonnya, balik lagi ke selera dan budget masing-masing. Intinya, nonton film itu jangan dibikin ribet. Just sit back, relax, feel the sensation and enjoy the movie!



Tuesday, July 24, 2012

mencicipi sushi miya8i


Apa yang terlintas di pikiran lo begitu denger kata 'Miyabi' ?

Bokep. Pasti nggak jauh-jauh dari itu kan? Saya pun demikian :D

Miyabi emang cukup fenomenal di sini, apalagi sejak si bintang bokep yang bernama asli Maria Ozawa nan cantik dan seksi asal negeri sakura itu menyambangi Indonesia untuk bermain dalam satu judul film Indonesia. Loh kok jadi ngomongin beginian sih?

Anyway, yang mau saya ceritain kali ini emang tentang miyabi, sama-sama enak (loh?), tapi dari segi yang berbeda, Sushi Miya8i (baca: miyabi). Sebenernya saya udah lama denger tentang Sushi Miya8i ini dari jejaring sosial, tapi baru sempet cobain beberapa waktu yang lalu bersama salah seorang teman dekat saya.

Sushi Miya8i yang saya jajal waktu itu merupakan cabang kesekian, di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di seberang Labschool Kebayoran. Begitu duduk, dikasih menu sama waitressnya, saya langsung bingung mau makan yang mana. Dari menu keliatannya enak-enak semua, menggiurkan banget gitu. Setelah bolak balik menu beberapa kali, akhirnya saya dan teman saya memilih 3 menu sushi, dan ocha dingin (biar bisa refilll) hehehe....

Seulawah Roll (29k)
Ini sushi pertama yang saya cobain. Judulnya Seulawah Roll. Menurut sumber yang saya dapet sih karena bentuk penyajiannya mirip sama gunung Seulawah di Aceh. Nama sushinya juga berbau-bau Aceh karena salah satu pemilik Sushi Miya8i-nya orang Aceh, Teuku Wisnu, yang merupakan seorang aktor dan pacarnya Shireen Sungkar (penting!). Garnish-nya cantik, lumayan enak sih perpaduan baked salmon, crunchy flakes dan saus teriyaki-nya. Rasa mayonaisse-nya juga rada pedes-pedes gitu. Tapi saran saya, jangan terlalu banyak makannya, bisa eneg lho.



Ori Baked California Roll (28k)

Sushi kedua judulnya Ori Baked California Roll. Sushi ini sih katanya salah satu favorit yang paling banyak dipesan setelah Seulawah Roll. Kalo nggak salah inget, sushi ini isinya campuran daging kepiting dan mushroom, disiram dengan spicy mayo. Rasanya campur-campur banget; rada pedes, sedikit manis, dan agak asem, mungkin karena mayonaisse-nya terlalu dominan kali ya. Lumayan eneg, karena sebelumnya saya makan sushi yang banjir mayo juga.




Deep Fried Tuna Spicy Roll (25k)
Pesenan sushi yang terakhir judulnya Deep Fried Tuna Spicy Roll. Huaahh akhirnya ketemu juga sushi yang nggak banyak mayo-nya. Di antara 3 jenis sushi yang dipesan, menurut saya ini sushi yang paling enak dan ramah di perut. Seumur hidup makan sushi, baru kali ini saya makan sushi yang digoreng, hehe. Isinya daging tuna spicy, dengan campuran bumbu-bumbu rahasia ala Sushi Miya8i. Worth to try deh pokoknya!


Acara icip-icip Sushi Miya8i kali itu saya tutup dengan yang manis, yaitu Ryoto Ice Cream (16k) atau saya biasa nyebutnya es krim ikan karena emang bentuknya mirip ikan. Rasanya sama kaya es krim ikan yang ada di Sushi Tei; vanilla dengan campuran kacang merah. Overall, Sushi Miya8i lumayan enak kok. Selain karena range harganya yang bersahabat mulai dari Rp 7.000,- sampai Rp 35.000,- , pilihan menunya juga beragam dan bisa jadi alternatif buat penggemar sushi yang bosen dengan varian sushi yang itu-itu aja. Saran saya cuma satu: nggak usah minta ekstra mayones ya :)



i love weddings

Jadi ceritanya saya mau rutin nulis lagi nih di blog, biar lebih produktif gitu.

Ehem.

Memasuki pertengahan tahun naga air ini, banyak banget temen-temen saya yang melepas masa lajangnya. Singkat kata, bulan-bulan ini tuh musim kawin. Buat sebagian orang, pertengahan tahun selalu jadi waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan. Banyak juga karena alasan kejar waktu sebelum bulan puasa. Intinya, seumuran saya sekarang ini emang lagi banyak-banyaknya yang... nikah. Bahkan setiap saya buka account facebook, hampir selalu ada salah satu dari sekian banyaknya teman saya yang meng-upload foto-foto engagement, pre-wedding, sampai ke wedding day-nya. #ppfffttt

Anyway, undangan pernikahan pertama di pertengahan tahun ini dibuka oleh salah seorang teman baik saya, teman main saya sewaktu kuliah, teman waktu masih jaman-jamannya saya ngeband, Kiki. FYI, yang namanya Kiki ini orangnya sangat-sangat slenge'an (gak ngerti deh bahasa Indonesia yang baik dan benarnya apa). Biarpun kelakuannya begitu, Kiki ini jago banget main drum, lulusan STAN dan begitu lulus dia langsung kerja di AXA Mandiri. Bisa dibilang mulus lah karirnya. Singkat cerita akhirnya si Kiki ini mau nikah sama yang namanya Dinda. Agak lucu nih, jadi ceritanya saya bersama dua orang teman saya, Grimas dan Eja, berencana dateng bareng ke resepsinya di daerah Senayan, hari Sabtu 5 Mei yang lalu. Berangkat dari rumah jam 7 kurang dikit, padahal rumah kami tuh di daerah Pamulang, nyari mati banget nggak sih, kaya jarak Pamulang-Senayan deket aja. Akhirnya saya sampai disana jam 9 lewat, dan ya udah dibongkar-bongkar lah itu pelaminan, hahaha! Gerobak-gerobak makanan juga udah pada dibongkar, pengantinnya nggak tau kemana. Saya bertiga yang tadinya udah dandan setelan kawinan banget, udah cuek aja lepas sepatu, pake sendal, terus masuk ke dalem aulanya, nyari-nyari Kiki, dan akhirnya dia nongol dari ujung masih dengan make-up tebelnya. Hahahaaaa...

gak sempet foto di pelaminan, akhirnya foto di depan karangan bunga

Next wedding, dua orang temen baik saya sewaktu SMA, Meditto dan Iyun. Sempet kaget juga sih waktu tau mereka mau nikah, secara mereka itu dulunya satu lingkungan. Meditto yang terkenal dengan pesona gantengnya, dan Iyun si anak lugu yang berubah jadi anak metropolitan banget. Setau saya, waktu SMA mereka ini jarang banget ngobrol, jarang berinteraksi lah pokoknya. Sampai pada suatu malam pas mereka lagi kumpul bareng teman-teman saya yang lainnya, waktu itu mereka lagi single, dan cinlok lah!

di pelaminan bersama 29 mates :)

I always love weddings! Saya selalu seneng kalo diajak ke acara resepsi pernikahan, apalagi nikahan temen sendiri. Selain jadi ajang kumpul-kumpul sama temen-temen, di nikahan ini saya bisa dandan pol-polan, syukur-syukur kalo di sana ketemu jodoh, hahahaa (amin!). Pernikahan itu kan salah satu bentuk kebahagiaan, happiness is contagious, right? Dan yang bikin seru nih ya, kalo temen yang mau nikah itu ngasih bahan baju yang seragam buat dipake ke resepsinya. Seperti yang dilakukan dua orang temen baik saya sewaktu kuliah, Vicky dan Nina.

Vicky's wedding in purple silk

Nina's wedding in goldy green silk

Rasanya seru banget bisa ke nikahan rame-rame, dengan dandanan cantik dan dress yang senada warnanya. Apalagi yang nikah ini temen semasa kuliah dulu, temen seperjuangan, 4 tahun di tempat yang sama. Soal tempat resepsi, makanan, dateng sama siapa, dan yang lain-lain udah bukan jadi masalah dan nggak ada komentar lagi, because togetherness is ├╝ber alles :')

Lain ceritanya sewaktu saya dateng ke nikahan salah satu temen baik saya di SMA (again), Febrian namanya. Siapa sih anak 29 yang nggak kenal Febrian? Si pentolan veteran sejati yang pemikirannya cerdas, bisa dibilang out of the box (semoga lo nggak baca tulisan ini, yan :p ). Febrian ini bisa dibilang 'bapak'-nya anak-anak lah ya. Di pertengahan tahun ini dia akhirnya menjatuhkan pilihan ke seorang cewe muslimah yang udah dipacarinya selama kurang lebih setahunan, Listya. Karena cewenya ini asli sunda pisan, maka resepsinya pun digelar di tanah sunda. Yang bikin agak rempong selain karena jauh, acara resepsinya itu berlangsung jam 11 siang, which means harus berangkat pagi buta dari Jakarta. Niat mau nginep rame-rame di Bandung pas H-1 batal, akhirnya saya dkk jam 8 pagi kumpul di rumah Evan dan saat itu juga langsung berangkat, padahal malemnya saya abis nobar penyisihan grup B Euro 2012 sampe jam setengah 5 pagi lho, kebayang kan betapa mata panda-nya saya :O

Febrian's wedding day, yeay!


Rasa lelah dan ngantuk itu terbayar begitu sampe di tempat resepsinya. Everything looks simply beautiful! Febrian yang sehari-harinya terlihat berantakan, hari itu jadi keliatan beda, begitu pun dengan Listya. Semua teman-teman saya yang menikah saat itu punya caranya masing-masing untuk berbagi kebahagiaan dengan cara yang menyenangkan.

Mudah-mudahan nanti saya juga bisa seperti mereka ya :')



Friday, July 6, 2012

24.

25 Juni 2012.

Umur saya sekarang 24!

24. Dua puluh empat. Twenty four. Vierentwintig. Sekali lagi saya ulangi, 24!

Nggak kerasa, tibalah saya di umur yang kebanyakan orang bilang sih 'umur menjelang deadline'.
Umur menjelang deadline untuk... *sigh* menikah. Sedari dulu pun saya udah punya cita-cita untuk menikah di umur 25, atau paling mentok 26. Tapi ya udah lah, namanya juga bercita-cita, boleh kan? :D

Ada yang terasa beda di ulang tahun saya kali ini. Kalo dulu ada someone special yang selalu kasih kejutan manis di hari ulang tahun saya, sekarang nggak ada. Lho, kok jadi curhat ya? *inget nye ini bukan tumblr*

Biarpun keadaannya demikian, saya tetap bersyukur. Alhamdulillah ya Allah banget. Di ulang tahun saya kemarin, orang tua saya nggak lupa ngucapin, teman-teman saya juga :') Mereka nggak henti-hentinya doain yang terbaik buat saya :')

 amin amin amiiiinnn O:)

Semoga di umur saya yang menjelang 'deadline' ini saya bisa makin dewasa, makin dekat dengan-Nya, makin dekat dengan orang tua dan juga keluarga saya, makin profesional menjalani hidup, dan yang paling penting... semoga apa yang saya cita-citakan terkabul, amin ya robbal alamiin O:)


" Karena hidup itu adalah profesionalitas. Profesional dalam menjalani peran lo sebagai makhluk Tuhan, profesional sebagai seorang anak dari orang tua lo, profesional sebagai seorang pekerja media, dan profesional sebagai seorang sahabat bagi temen-temen lo " (VD, 2011)








 


Sunday, April 8, 2012

Chrisye strikes back

Kamis malam, 5 April yang lalu, saya dan teman saya mendapat kesempatan untuk menonton sebuah pertunjukan musik. Bukan pertunjukan musik biasa, karena sejatinya sang penyanyi ini sudah tiada. Tetapi melalui tangan dingin dari seorang Erwin Gutawa dan Jay Subiakto, penyanyi legendaris Chrisye "dihidupkan" kembali dalam sebuah konser bertajuk "Kidung Abadi".


Jujur, saya sendiri bukan penggemar fanatik seorang Chrisye. Saya bahkan hanya mengetahui segelintir lagu-lagunya yang menjadi hits seperti Kala Cinta Menggoda, Cintaku, Untukku, Kala Sang Surya Tenggelam, Seperti Yang kau Minta, Andai Aku Bisa, Galih & Ratna, Serasa, dan Kangen yang dibawakannya bersama Sophia Latjuba. Tetapi hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk menyaksikan Chrisye "bernyanyi" lagi.

Setelah menunggu beberapa menit dari jadwal seharusnya (jam 20.00), akhirnya para pemain orkestra mulai masuk menduduki kursi mereka masing-masing. Tak lama setelah itu, Erwin Gutawa, Damayanti Noor (istri Chrisye) dan Jay Subiakto tampil ke atas panggung untuk memberikan sepatah dua patah kata, lalu mempersembahkan konser Kidung Abadi ke ribuan penonton yang memenuhi Plenary Hall Jakarta Convention Center malam itu.

Photo courtesy of Vivanews

Konser dibuka dengan penggalan beberapa intro lagu Chrisye, salah satunya "Anak Jalanan", yang mengalun indah dari Erwin Gutawa Orkestra, kemudian disusul dengan permainan biola nan apik oleh Hendry Lamiri dalam lagu "Kala Sang Surya Tenggelam" serta "Galih dan Ratna".

Photo courtesy of Vivanews

Suasana konser mulai menghangat ketika Gita Gutawa tampil ke atas panggung, melantunkan salah satu lagu dari Chrisye, kemudian dia bercerita sedikit tentang memorinya bersama sang legendaris. Tak lama setelah itu, saya dan penonton lainnya dibuat "panas" oleh penampilan grup band GIGI yang malam itu tampil sangat enerjik membawakan beberapa hits dari Chrisye, salah satunya "Serasa".

Nice shot by DS

Sukses memanaskan suasana konser lewat penampilan GIGI, Erwin Gutawa mencoba mendinginkan suasana dengan kehadiran salah satu diva Indonesia, Vina Panduwinata. Vina yang malam itu terlihat cantik dengan balutan gaun hitam tampil mengalunkan lagu hits ciptaan Chrisye, "Cinta". Dan disini saya baru tahu kalau salah satu lagu favorit saya ini diciptakan oleh mendiang Chrisye :')

Another shot taken by DS

Usai dimanjakan lewat penampilan apik Vina Pandiwinata, mantan vokalis Dewa 19, Once, hadir ke atas panggung dengan suara emasnya itu. Once yang malam itu mengenakan pakaian ala Chrisye, tampil membawakan beberapa lagu lama milik Chrisye salah satunya "Pelangi". Dan lagi-lagi disini saya baru tahu kalau lagu "Pelangi" ini adalah lagunya Chrisye, setelah sebelumnya yang saya tahu lagu ini dibawakan oleh Yuni Shara :')

Photo courtesy of Vivanews

Dan akhirnya, sang legenda "dihidupkan" kembali! Lewat gambar yang diproyeksikan ke layar putih, Chrisye menyapa para penonton yang begitu antusias melihat Chrisye "kembali" ke atas panggung. Saya dan penonton melebur dan bernyanyi bersama di lagu "Hura Hura", "Anak Sekolah" dan lagu-lagu hits lainnya. Chrisye juga tak sungkan mengajak semua penonton yang berada di area tribun dan VIP untuk berdiri, bergoyang mengikuti irama lagu "Kala Cinta Menggoda". Perasaan saya seperti diacak-acak, mata saya berkaca-kaca begitu Chrisye menyanyikan lagu "Seperti Yang Kau Minta" dan "Untukku"... sedih sekali :''')

Photo courtesy of Vivanews

Lagu-lagu hits Chrisye terus didendangkan, sampai tiba-tiba si cantik Sophia Latjuba keluar dari bagian tengah layar, menyanyikan lagu "Setangkai Anggrek Bulan" dan "Kangen" bersama hologram sosok Chrisye yang tampil dengan pakaian serba putih. Benar-benar bikin MERINDING! Speechless :'')

Photo courtesy of Vivanews

Ternyata Erwin Gutawa dan Jay Subiakto belum puas untuk membuat saya dan penonton merinding. Menjelang encore, Erwin Gutawa mengungkapkan perasaan menyesalnya karena selama bertahun-tahun dia bekerjasama dengan Chrisye, belum pernah satu pun Erwin menciptakan lagu untuk Chrisye. Maka untuk menebus penyesalannya itu, Erwin menciptakan sebuah lagu baru untuk Chrisye dengan menggabungkan 246 kata dan 100 master suara rekaman Chrisye, yang liriknya ditulis oleh Gita Gutawa. Konser mencapai klimaks ketika Chrisye hadir dalam animasi video hitam putih, menyanyikan lagu barunya "Kidung Abadi". Bulu kuduk saya langsung merinding. Super speechless :'')

Photo courtesy of Vivanews

Sumpah, begitu lagunya selesai, saya nggak tahu harus ngomong apa lagi. Saya terharu banget. Makin terharu lagi ketika Chrisye menutup konsernya dengan lagu "Pergilah Kasih". Dan di akhir konser, Chrisye pamit sambil menuturkan rasa terima kasihnya kepada penonton, istrinya, Erwin Gutawa, Jay Subiakto, dan juga kru yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu.

Baru kali ini saya menonton konser yang mengharukan. Sayang sekali lagu favorit saya "Andai Aku Bisa" tidak sempat dinyanyikan. Well, that's quite enough. Great job, mas Erwin Gutawa and team!










 

Blog Template by YummyLolly.com