Sunday, March 22, 2009

when the movie ends, it's not really the end..


"When the movie ends, it's not really the end"
Sebuah tagline film yang menurut gue cukup persuasif. Ditambah lagi dengan desain poster filmnya yang nyeremin banget. Dan juga ada tulisan "Directed by the co-writer of SHUTTER and ALONE". Hal tersebut membuat gue yakin seyakin-yakinnya kalo film ini emang bener-bener serem dan patut ditonton.

Oke. Gue akan bercerita sedikit mengenai film Thailand besutan sutradara Sopon Sukdapisit ini. Coming Soon bercerita tentang kehidupan Shane, seorang proyeksionis (kayak Janji Joni gitu deh) di sebuah bioskop di Thailand. Hidupnya mulai berubah setelah dia menonton sebuah film horor Thailand terbaru melalui DV-Cam. Dia mengalami peristiwa-peristiwa aneh, semua yang terjadi di film itu terulang kembali, namun kini dalam kehidupan yang nyata. Shane merasa seperti dihantui oleh 'sesuatu'. Merasa hidupnya tak tenang, Shane dibantu oleh mantan pacarnya mencari jawaban dan cara agar hidupnya bisa tenang seperti dulu lagi. Namun yang didapat justru bukan ketenangan, melainkan malapetaka yang terus menerus menimpa Shane.

Asli. Sumpah. Gue ketakutan setengah mati nonton Coming Soon. Hampir di setiap adegan dalam film ini terus ngebuat penontonnya tegang. Gue pribadi, selama nonton bawaannya pengen nutup mata terus dan pengen cepet-cepet keluar dari bioskop. Seremnya polll! Orang Thailand emang paling jago deh bikin film horor!

Serupa tapi tak sama
Film yang cuma diputer di Blitz Megaplex ini sebenarnya serupa dengan film horor Thailand lainnya seperti Shutter dan Alone. Bahkan ada salah satu adegan yang mengingatkan gue sama film Shutter, yaitu saat sang pemeran utama nggak sadar kalo dipunggungnya ada sang hantu yang lagi gelendotan. Atau bahkan film Alone yang sama-sama 'tak terduga' endingnya. Hiiii..jadi merinding sendiri deh gue!

Pada dasarnya mereka memang serupa, tapi nggak sama. Serupa karena hantunya sama-sama nyeremin, alur cerita yang kadang hampir sama, ending yang sama-sama tak terduga, atau bintang utama yang sama gantengnya (teteup..). Yang membedakan cuma jalan ceritanya aja. Ada yang jadi fotografer, ada yang abis operasi mata terus bisa ngeliat yang aneh-aneh, ada yang nerima missed call terus langsung mati, dan segudang cerita unik lainnya. Orang Asia emang bener-bener kreatif!

Kualitas film horor Asia emang udah nggak diragukan lagi. Sejak munculnya The Ring dan Ju-On, para filmaker Asia nggak pernah bosen untuk ngebuat film horor dengan beragam jalan cerita yang unik, menegangkan, dan lebih nyeremin pastinya. Kesuksesan The Ring dan Ju-On yang udah diremake versi US-nya ini disusul dengan melejitnya berbagai macam film horor Asia lainnya seperti The Eye, One Missed Call, The Wig, Death Note, dan lain-lain.

Ironis banget sama Indonesia. Kualitas film horor Indonesia masih kalah jauh dibanding film horor Thailand dan sekitarnya. Semenjak Ada Apa dengan Cinta (AADC) meroket, dunia perfilman Indonesia emang bangkit dan banyak sineas-sineas muda menelurkan beberapa film horor. Tapi cuma ada beberapa aja yang berkualitas, sisanya sangat-sangat nggak layak buat ditonton alias sampah. Sangat disayangkan bahwa Indonesia yang sebenarnya memiliki banyak potensi ini belum mempunyai kualitas film horor yang bisa disejajarkan dengan film horor Thailand dan sekitarnya. Kalo film horor Indonesia mah boro-boro nyeremin, yang ada malah bikin ketawa!

Nothing is perfect
Sebagus-bagusnya film, seserem-seremnya film pasti punya kekurangan. Begitu juga dengan Coming Soon. Overall, film ini bagus; ceritanya, pengambilan gambarnya, settingnya, akting pemainnya, hampir semuanya oke. Tapi di awal-awal film, ceritanya cenderung ngebosenin. Ada kali tuh 10 menitan gue bosen nontonnya. Prolognya sih oke. Tapi abis itu kok spanningnya jadi ilang ya? Yaa nggak ilang total sih, tapi missed sedikit. Selain itu, durasi filmnya sebentar banget, cuma 95 menit. Padahal, kalo durasinya lebih lama lagi, pasti bakalan lebih seru tuh. Tegangnya jadi lebih lama, deg-degannya juga lebih lama, dan teriaknya jadi makin sering. Seru abis. Lama-lama gue nangis darah deh saking ketakutannya. Hahaha...

I give 8,5/10 for this movie.

So when 'this shit' ends, it's not really the end cuz i'll be back with another 'shit' again, s o o n !

3 comments:

Radith Prawira said...

minjem dvdnya dnk nyet :p

a n y e said...

paledut..itu gue nonton di blitz nyongg..

mahessa said...

bagus wir filmnya, lo musti nonton..
sayang bahasa thailand, jd suka geli kalo denger mereka ngomong...

 

Blog Template by YummyLolly.com