Sunday, May 8, 2011

hello tidung :)

Well, hello there my super readers!

Udah lama banget yah saya nggak pernah nulis soal cerita perjalanan saya ke suatu tempat yang belum pernah saya jamah di muka bumi ini. Sumpah ini lebay. Oke, langsung aja, saya mau cerita soal perjalanan saya ke sebuah pulau yang letaknya nggak begitu jauh dari utara Jakarta, pulau Tidung.

Mungkin kalian pasti udah ada yang pernah dengar soal pulau ini. Konon katanya pulau ini bagus dan cocok dijadikan tempat untuk refreshing pada saat weekend. Saya dan ketiga teman saya (Vera, Tiara dan Thia) memutuskan untuk pergi kesana dengan menggunakan jasa tour travel Arkeo Wisata milik teman kuliah saya. Hanya dengan harga 300 ribu rupiah saja, saya udah dapet transport PP, penginapan, makan 4x, snorkling, sepedahan, BBQ dan pelayanan yang super oke! (promo dikit boleh dong)

Day 1

Perjalanan saya dan kawan-kawan bermula dari Muara Angke, naik kapal kelas ekonomi yang sempat membuat saya sakit punggung karena tempatnya cukup minimalis. Tapi hal itu nggak jadi masalah buat saya, because the happiness was there!

me and my super friends at kapal kurnia 1

Tadinya saya pikir perjalanan dari Muara Angke ke pulau Tidung cuma sebentar, ternyata perlu waktu 3 jam untuk ke sana. Lagi-lagi itu nggak jadi masalah buat saya karena begitu sampai di dermaga pulau Tidung, saya terpesona oleh jernihnya laut di sana.

hello tidung :)

Dari dermaga, langsung menuju penginapan yang letaknya nggak jauh dari dermaga untuk istirahat sebentar dan makan siang. Setelah itu, snorkling time! Walaupun nggak bisa berenang, tapi saya excited banget loh bisa main-main di air, apalagi air laut... woooohoooo!

bersama rombongan lainnya

getting closer to the sea

closer..

and... voila!

i'm in the deep blue sea!


dangerously beautiful

mampir dulu di pulau payung

enjoy the tidung's sunset


Day 2

Hari kedua, saya dan kawan-kawan menjelajah pulau Tidung Kecil! Yep, pulau ini memang terdiri dari Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil dimana pusat kehidupannya ada di Tidung Besar. Let's take a look!

siap jalan ke tidung kecil

akhirnya sampe juga di tidung kecil

bersantai-santai dulu yuk!

love this picture <3

Kalau lagi di laut, nggak afdol rasanya kalau nggak main Bananaboat walaupun harus bayar 35 ribu per orangnya (karena nggak masuk hitungan paket tour). We're so ready for bananaboating!


yeaaayyyy!
get ready to fell down the sea in one..

two...

three...!!!

we're swam like a mermaid ;p

mencoba berjalan ke daratan

tapi jadinya nyemplung lagi :D


Terima kasih, Tidung! Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan. Byeeeee :)

Sunday, March 20, 2011

the romantically romantics.

Laura Rosen : "You know i've tried to change these feelings. I've done everything. Other guys, other town, other jobs. And they say that it gets easier with time, but it doesn't. If anything, the more time passes, the more i miss him."


Bagaimana rasanya menghadiri pernikahan sahabat yang calon mempelai prianya adalah mantan pacar sendiri? Mungkin jawabannya antara senang atau sakit. Itulah yang terjadi pada Laura Rosen (Katie Holmes). Dengan berat hati, Laura rela menempuh perjalanan jauh demi sahabatnya, Lila (Anna Paquin), yang memintanya untuk menjadi maid of honor di pernikahannya nanti.

Bersama dengan keempat sahabatnya, Laura datang memenuhi undangan Lila. Keputusan Laura untuk datang awalnya sempat diragukan oleh Tripler (Malin Akerman) dan Weesie (Rebecca Lawrence) sebab mereka tahu betul bahwa Laura masih memendam perasaan terhadap sang calon mempelai pria, Tom (Josh Duhamel). Namun karena Laura tidak ingin menyakiti perasaan sahabatnya, ia merelakan Tom untuk menikah dengan Lila.

Pada saat malam pernikahan, Tom 'diculik' oleh kelima sahabatnya as a-last-night-bachelor-celebration. Dalam keadaan setengah sadar, Tom dipaksa oleh sahabat-sahabatnya untuk memberikan sepatah dua patah kata. Saat itulah Tom mengaku bahwa sebenarnya dia masih mencintai Laura. Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Tom kembali ke cinta lamanya atau dia tetap menikahi Lila?

The Romantics yang menurut saya cukup romantis ini sebenarnya tidak memberikan sesuatu yang 'lebih' walaupun didukung oleh deretan bintang papan atas hollywood. Tapi, buat anda pecinta film drama, film ini wajib ditonton. Ceritanya simple ditambah dengan soundtracknya yang terasa pas dengan setiap adegan dalam filmnya. Dan yang pasti, anda akan tersenyum melihat endingnya. *ups, spoiler :p



Saturday, January 22, 2011

Sebuah BM di Siang Hari

Tadi siang, saya dapet BM (broadcast message) dari orang yang kebetulan sering kirim BM. Biasanya sih isi BMnya nggak terlalu penting dan langsung saya hapus. Tapi kali ini isi BMnya bikin saya tersenyum, bahkan sampe dibaca dua kali loh! Bukan, isinya bukan tentang ramalan bintang atau tentang cinta-cintaan, tapi lebih ke makna hidup...

Berikut kutipan BMnya:

"Manusia seperti sebuah buku.
Cover depan adalah tanggal kelahiran.
Cover belakang adalah tanggal kematian.
Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita dan apa yang kita lakukan.
Ada buku yang tebal, ada buku yang tipis.
Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali dibaca.
Sekali menulis, tidak akan pernah berhenti sampai selesai.
Yang hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan yang baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkanNYA untuk kita masing-masing.
Terima kasih Ya Allah untuk hari yang baru ini.
Nikmatilah dan isilah halaman buku kehidupanmu dengan hal-hal yang benar.
Dan jangan lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah tentang apa yang harus ditulis tiap-tiap harinya.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupanmu selesai, engkau didapati sebagai pribadi yang berkenan di hadapanNYA.
Dan buku kehidupanmu layak untuk dijadikan teladan bagi generasi setelahnya.
Selamat menulis di buku kehidupanmu...
"

Oh my, begitu selesai membacanya saya langsung menghela nafas, langsung inget kejadian-kejadian buruk yang udah saya lewati beberapa waktu lalu. Sebenernya BM ini retorikal. Semua orang juga udah tau kan apa yang harus mereka lakuin selanjutnya untuk kebaikan masing-masing? Pada intinya, lagi-lagi saya harus mengurangi keluhan dan memperbanyak syukuran (loh?). Maksudnya, saya harus lebih banyak bersyukur daripada mengeluh.

Thanks Almighty
:)

Sunday, January 16, 2011

N.E.R.D Live in Jakarta Concert

Akhirnya kekecewaan para penggemar N*E*R*D (No-One Ever Really Dies) --termasuk saya, terbayar sudah. Setelah batal menggelar konser di Jakarta pada Maret 2009 lalu, grup hiphop asal Amerika yang digawangi oleh Pharrell Williams, Chad Hugo dan Shay Haley ini sukses ‘menghipnotis’ ribuan penggemarnya pada Senin, 10 Januari 2011 kemarin malam di Istora Senayan Jakarta.

all the girls standin' in the line for Pharrell

Malam itu konser dibuka oleh penampilan enerjik Iwa K, Gading Marten, DJ Schizo dan Eno ‘Netral’ yang tergabung dalam grup pendatang baru S.O.B (Sons Of Beat). Mereka membawakan beberapa lagu hits terkenal secara medley seperti Use Somebody, New York New York, Empire State Of Mind, Billionaire dan Bebas. Suasana makin ‘pecah’ saat mereka tampil bersama Coki, gitaris Netral, membawakan lagu Garuda Di Dadaku. Penampilan S.O.B kemudian ditutup dengan lagu milik Flo Rida “Club Can’t Handle Me”.
Gading Marten on the mic
Melihat penonton belum ‘panas’, promotor konser Blade Indonesia menghadirkan grup vokal RAN sebagai opening act yang kedua. Rayi, Asta dan Nino menghibur penonton dengan hitsnya Thank God It’s Friday, Pencuri Hati, Jadi Gila dan sebagai penutupnya mereka mengajak Dewi Sandra tampil ke atas panggung untuk berduet dalam lagu Budak Cinta.
Setelah disuguhi penampilan S.O.B dan RAN, penonton makin tidak sabar menunggu Pharrell cs beraksi di panggung. Selang beberapa menit, penonton tiba-tiba dikejutkan oleh kembang api yang keluar dari bagian depan panggung dan kemudian Pharrell Williams muncul di atas panggung. Para penonton terutama penonton perempuan berteriak histeris melihat sosok Pharrell yang malam itu tampil santai dengan celana pendek jeans, sweater merah dan topi trucker yang menjadi ciri khasnya. Tanpa basa basi lagi, N*E*R*D langsung membuat suasana Istora Senayan menjadi riuh lewat hitsnya dari album Nothing, I Wanna Jam.
yeah, we came for sweat!

Ketidakhadiran Chad Hugo dalam konser karena paspornya bermasalah tidak membuat N*E*R*D kehilangan gaya bermusiknya. Pharrell cs tetap tampil dengan ciri khas musik mereka yang merupakan campuran dari hiphop, rock dan funk. Sejumlah hits N*E*R*D seperti Sacred Temple, The Man, She Wants To Move, Backseat Love, Sooner or Later, God Bless Us All, Hot 'n Fun, Hypnotize U, Everyone Nose, Rock Star Poser sukses membuat Istora Senayan bergoyang. Penampilan N*E*R*D yang atraktif seolah menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada konser tersebut. Pharrell bahkan tak segan mengajak salah seorang penonton perempuan yang berada di barisan paling depan untuk naik ke atas panggung karena sedari awal, Pharrell sudah memperhatikan gelagat perempuan yang hafal semua lagu N*E*R*D tersebut. Begitu naik ke atas panggung, perempuan itu langsung memeluk dan mencium Pharrell sambil menangis terharu. Kejadian ini tentu membuat seluruh penonton iri, khususnya para perempuan.
please welcome the sexiest man alive! (photo by Anto Karibow)
N*E*R*D menutup konsernya dengan sempurna lewat hits single dari album pertamanya, Lap Dance. Pharrell mengatakan bahwa dia begitu menyesal telah mengecewakan penggemarnya di Indonesia karena batal konser tahun lalu dan dia tidak menyangka konsernya akan semeriah ini. Sebagai permohonan maaf, Pharrell turun dari panggung kemudian menyalami penonton yang berada di area festival. Penonton festival pun langsung berhamburan ke depan, berebut untuk dapat menyentuh tangan idolanya tersebut.
Oh, Gosh... what a great concert!
really nice shot by Fedrik


P.S you can also read the article by clicking this link =D

Wednesday, January 12, 2011

kuping latah

Di sebuah angkutan umum jurusan Muncul - Ciputat hanya ada tiga penumpang; dua orang ibu-ibu arisan duduk bersebelahan di bangku enam yang sedang bercakap-cakap dan seorang cewek di bangku empat.

Ibu #1: "Iya, jadi tu orang diem-diem masuk ke kamar anaknya"
Ibu #2 : "Lah terus gimana sama bapaknya..."

Tiba-tiba si supir angkot ngerem mendadak dan si cewek berteriak:

"Eh bapaknya!"

Disaksikan dan didengar oleh kedua ibu arisan yang ingin segera menggaruk muka si cewek.

Sunday, September 19, 2010

Pasti Pecinta Bus

Setiap orang pasti punya sesuatu yang dia favoritkan. Misalnya, warna favorit: ungu. Jadilah si orang yang memfavoritkan warna ungu itu mengoleksi berbagai macam barang yang berwarna ungu. Yes, let's call it PURPLEHOLIC. Atau mungkin NIDJIHOLIC, DORAEMONHOLIC, CHOCOLATEHOLIC, dan holic-holic lainnya. Lalu bagaimana dengan BUSHOLIC? Sounds a little strange, huh? Tapi percaya deh, di dunia ini akhirnya saya menemukan seseorang yang tergila-gila sama bus. Yeah, B-U-S, sejenis angkutan umum beroda empat yang dapat membawa penumpang dalam jumlah besar.

Jujur, awalnya saya sempat sedikit shock. Kok ada ya orang yang suka bus? Apa sih yang membuat orang itu 'jatuh cinta' sama bus? Penasaran, saya pun menelpon si oknum pecinta bus yang kebetulan adalah kolega dekat saya di kampus UI. Yep, he's Pasti Putih Dwi Suliyo, a BUSHOLIC!

Bermula dari kebiasaan cowok kelahiran 29 Juli 1989 ini yang sedari SD suka pulang kampung dengan bus ke Klaten empat bulan sekali. Saat itu yang ada di pikiran cowo yang akrab disapa Udjo ini adalah kekaguman akan benda besar yang dapat mengangkutnya dari Jakarta hingga Klaten itu. Sebuah bus yang besar sekali, dengan interior yang menurutnya "wah" plus kursi yang membuatnya betah dan nyaman duduk berjam-jam di bus. Sejak itulah kekaguman Udjo akan bus makin lama makin bertambah. Udjo mulai mengoleksi gambar-gambar bus yang ia peroleh dari koran dan majalah. Bahkan di saat anak-anak seumurannya suka menggambar pemandangan gunung, cowok yang sekarang duduk di semester 7 FISIP UI jurusan komunikasi ini malah menggambar bus! Udjo menggambar bus dengan menggunakan pensil, kemudian ia warnai dengan pensil warna, lalu ditempel di tembok rumahnya. "Rasanya waktu itu gue seneng dan bangga banget bisa gambar bus terus ditempel di tembok rumah," ungkap Announcer dan Music Director RTC UI FM ini. Dan saat itu, naik bus menjadi sebuah momen yang paling ditunggu-tunggu.

salah satu bus yang sering dinaiki Udjo


Beranjak SMP, kecintaan Udjo akan bus mulai menurun. Saat itu, Udjo hampir mengganggap dirinya 'gila' karena tidak ada satu orang pun yang bisa dia ajak berbagi tentang kesukaannya tersebut. Kecintaan Udjo pada bus makin menurun ketika duduk di bangku SMA, terlebih saat itu cowok yang bermukim di Bekasi ini tengah disibukkan dengan persiapan ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Namun saat memasuki dunia perkuliahan, Udjo mulai menemukan kembali 'cinta lamanya'. Dia menemukan komunitas bus yang bertitel "BisMania", dan kemudian memutuskan untuk bergabung dalam komunitas tersebut. 'Cintanya' makin bersemi lagi ketika dia baru mengetahui kalau tetangganya ternyata adalah seorang busholic juga. Jadilah Udjo dan tetangganya itu makin aktif mengikuti kegiatan yang diadakan oleh para pecinta bus, BisMania.

bus favorit Udjo dan ayahnya

Setiap hari Minggu, komunitas BisMania rutin mengadakan gathering dengan tujuan untuk mendekatkan para anggotanya. Kira-kira setahun yang lalu, Udjo mengikuti gathering dengan melakukan kunjungan ke terminal Lebak Bulus, Jakarta. Di sana ia banyak berkenalan dengan sejumlah pecinta bus lainnya, saling bertukar info tentang bus, dan juga sharing seputar 'kegilaan' mereka terhadap bus. Ada salah seorang kolega Udjo yang cukup gila, sebut saja namanya X. Saking penasarannya dengan bus Bejeu, salah satu bus jurusan Jakarta-Jepara yang cukup mewah karena di dalamnya terdapat fasilitas wi-fi, colokan listrik, dan tempat untuk membuat kopi, si X ini rela bolak balik Jakarta-Jepara-Jakarta hanya untuk 'mencicipi' kenyamanan bus tersebut. Wow!

bus Bejeu

Untungnya, Udjo belum segila itu. Kecintaan cowo penyuka genre musik electro pop ini masih dalam batas normal. Udjo jadi makin tahu seluk beluk sebuah bus; bagaimana sebuah bus itu diciptakan, mulai dari chasis (rangka bus), mesin, hingga ke industri-industri yang memproduksi bus salah satunya adalah Adi Putro, yang menjadi industri karoseri terbaik se-Asia Tenggara. Pada akhirnya, cowok yang hobi mengoleksi miniatur bus ini punya harapan agar komunitas yang akan segera menyelenggarakan touring ke industri bus tersebut dapat lebih maju dan dapat diterima oleh masyarakat luas. "Mudah-mudahan semua orang pada naik bus, bisa enjoy sama bus... daripada beli mobil, mahal kan? Lagian bus itu bisa muat banyak orang lho!" ujar cowok bertubuh kurus ini sambil tertawa.

Saturday, August 28, 2010

f i n a l l y . . .

Rasanya baru kemarin saya menyanyikan lagu 'Gaudeamus Igitur' buat para wisudawan UI.
Dan pada tanggal 26 Agustus 2010, tiba giliran saya untuk dinyanyikan oleh para MaBa.. rasanya campur aduk.. antara seneng, sedih, merinding, mau nangis......
Akhirnya empat tahun perkuliahan bisa saya lewati, alhamdulillah...
Now i'm officially S. Hum!!!!

Terima kasih tak terhingga saya ucapkan untuk:
1. Allah SWT, atas segala rahmatNya yang telah mengizinkan saya untuk bisa berdiri sampai detik ini.
2. Ismiarto Katidjo, Rini Anggraini, Nurina Sagita... my beloved family! Terima kasih atas kasih sayangnya, kesabarannya menghadapi saya yang termasuk susah diatur. Terima kasih juga sudah membiayai pendidikan saya hingga jenjang S1.. sekarang giliran saya yang harus membalas budi!
3. Teman-teman seperjuangan di Sastra Belanda. Hartelijk bedankt, beste vrienden.. goed, we zijn goed, Nederland nul zes goed!!!!!
4. Dosen-dosen FIB yang telah memberi banyak bantuannya selama ini. Special thanks to Mbak Ririet and Mas Iben.
5. Teman-teman FIB dari segala jurusan yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu karena terlalu banyak.. terima kasih telah menjadi teman terbaik saya selama empat tahun ini.
6. Teman-teman RTC UI. Thanks for being such a great friends to share laughs!
7. Salon Ribta 400, yang sudah menjadikan saya tampil cantik pada moment bersejarah ini.
8. Tante Herry, yang sudah menjahit kebaya saya dengan waktu yang super singkat!
9. Bang Dani, yang sudah rela meluangkan waktunya untuk mengantarkan saya dan keluarga ke UI.

Last but not least,
11. Siti Hadiati, my one and only grandma... hartelijk bedankt eyang! Seandainya aja eyang masih di sini, pasti eyang bangga banget ngeliat aku pake toga... pasti eyang bangga banget aku sekarang udah jadi sarjana Sastra Belanda.. this one is special dedicated for you, eyang! Rest peace in heaven, i miss you :)


 

Blog Template by YummyLolly.com