Showing posts with label Just For Fun. Show all posts
Showing posts with label Just For Fun. Show all posts

Saturday, January 3, 2015

office escape: woodpecker!

Postingan kedua di tahun 2015.

Ehm.

Kali ini saya mau cerita tentang salah satu tempat hipster (katanya) di Jakarta yang belum lama ini saya datengin bareng temen-temen kantor. Ceritanya lagi nggak ada kerjaan gitu di kantor karena lagi banyak yang ambil cuti pasca Natal. Jadilah saya "ngabur" makan siang (ya padahal saya bawa bekel) ke luar. Si Awad, temen saya yang paling ganteng itu, BM pengen ke Woodpecker. Meluncurlah kami berlima kesana setelah sebelumnya nemenin yang pada makan siang dulu di Ikan Bakar Cianjur daerah Antasari.

Si Woodpecker ini ada di Panglima Polim, tepatnya di seberangnya Mangia dan Taco Local, sampingnya HolyGyu (nah loh bingung nggak tuh?). Gini, biar gampangnya, kalau dari arah Blok M, lurus terus ke arah Fatmawati, nanti pas ada perempatan pertama belok kiri, ada 7eleven di sebelah kanan, langsung deh tuh belok kanan lurus terus, nanti nggak jauh dari situ ada di sebelah kiri, cari aja yang dicat putih pokoknya.

Tanpa basa basi, kami berlima langsung cari spot yang enak buat ngobrol sambil ngopi-ngopi lucu. Kebetulan hari itu tempatnya lumayan agak penuh, dan smoking area-nya juga penuh, jadinya kami duduk di meja panjang, non-smoking area. Saya order secangkir Babycinno, temen-temen saya yang lain pada order Iced Cappuccino dan Hot Latte (atau Hot Cappuccino ya? saya lupa persisnya). Untuk dessertnya kami order bareng-bareng; Original Waffle with Strawberry & Nutella, dan Oreo Waffle with Vanilla Ice Cream & Cheese.

Ya ampun wafflenya enak banget. Masih hangat, fresh from the oven banget, renyah dan manisnya pas! Saya rasa tanpa dikasih toppingnya pun udah enak itu wafflenya. Apalagi ditambah Nutella dan potongan Strawberry... Yang Oreo Waffle juga enak! Kirain bakalan manis banget itu rasa wafflenya karena dicampur Oreo (pengalaman bikin oreo truffle yang kemanisan), tapi ternyata beda karena ada campuran coklatnya juga, jadi nggak dominan oreonya, plus Vanilla Ice Cream dan parutan keju. Bisa bayangin nggak enaknya kaya apa?

Babycinno, Strawberry Nutella Waffle, Vanilla Ice Cream & Cheese Waffle    



(Kiri-kanan) Anye, Lidia, Awad, Mba Ade, Lina


Untuk harganya lumayan terjangkau kok, saya berlima cuma kena sekitaran 250k. Harga makanan dan minumannya mulai dari 15-30k. Kalau ditanya pengen balik lagi atau nggak kesana, saya pasti langsung jawab: MAU BANGET! Mau nyobain wafflenya lagi dengan topping yang lain, hehe.

si abang (ga sengaja) ikutan selfie

See you on another post!

XOXO

Tuesday, August 7, 2012

serba serbi nonton bioskop di jakarta


Life is like a movie… Write your own ending, keep believing and keep pretending! – The Muppets

Film.
Siapa sih yang nggak suka nonton film? Hampir sebagian besar penduduk Indonesia itu suka nonton film. Entah itu film televisi (yeah FTV), film bioskop, atau bahkan film biru (nah loh). Bahkan nonton film sekarang bukan cuma sekedar hobi atau hiburan, tapi juga jadi bagian dari gaya hidup. Saya sebagai warga pinggiran Jakarta pun nggak bisa memungkiri kalau nonton itu = lifestyle. Apalagi jaman sekarang media untuk nonton film semakin beragam. Mau nonton film yang nggak harus keluar rumah, tinggal beli DVD atau download film di internet. Bisa juga pantengin film di salah satu channel TV swasta atau langganan TV kabel yang ada channel film semacam HBO dan kawan-kawan. Mau nonton film sekalian jalan-jalan keluar rumah atau malem mingguan, tinggal pilih mau nonton di XXI atau Blitz Megaplex. Semuanya tergantung dari pilihan masing-masing.

Disini saya nggak akan nulis tentang kebiasaan orang-orang Indonesia sewaktu menonton film, atau 10 film terbaik menurut versi saya. Sebagai penikmat film dan korban lifestyle (fyuh), saya mau cerita soal pengalaman saya menonton film di 4 tempat yang berbeda…

Theater IMAX – Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah

Sebelum ada IMAX yang menghebohkan Jakarta itu, Keong Emas ini udah ada sejak jaman saya masih bocah. Tempatnya ada di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Nah, beberapa bulan yang lalu, saya bersama teman-teman RTC UI berkunjung kesana dalam rangka jalan-jalan seseruan bareng. Rencana untuk nonton di Keong Emas emang udah masuk di salah satu agenda jalan-jalan saya dkk, secara saya belum pernah juga gitu nonton disana hehehe. Dengan tiket seharga Rp. 30.000,- saya udah bisa nonton film dokumenter ‘Born To Be Wild’ di Keong Emas yang memakai teknologi IMAX juga, wuih!

tiket masuk theater IMAX Keong Emas



 
Nonton di Keong Emas itu nggak ada nomor seat-nya, jadinya ya rebutan lah duduknya. Begitu masuk, saya langsung ambil posisi duduk di tengah dan wow, saya sempat takjub begitu masuk ke dalam studio karena layarnya gede dan luas banget! Karena saya nggak begitu suka film dokumenter, saya cuma menikmati film di awal-awal aja, sewaktu baby orangutan dan baby elephant-nya diekspos. Untuk kualitas gambar dan suara emang nggak terlalu bagus, seat-nya juga nggak enak, tapi lumayan kok untuk sekedar hiburan dan edukasinya :)

sempet-sempetnya pose di Keong Emas

IMAX – XXI Gandaria City

Ini dia yang sempet menghebohkan Jakarta beberapa waktu yang lalu. Jelas bikin heboh karena studio IMAX XXI Gandaria City (GanCit) ini pertama dan satu-satunya di Indonesia. Banyak orang berbondong-bondong ke sana, pada penasaran sama kualitas IMAX yang katanya keren dan canggih itu. Saya pun termasuk orang yang heboh dan penasaran pengen nonton di IMAX. Sejak H-7 pembukaan studio IMAX, saya udah rajin browsing tentang IMAX yang studionya merupakan gabungan dari 2 studio XXI GanCit, dari mulai cari tau harga tiketnya, film-film apa aja yang bakal ditayangin di IMAX dan lain-lain. Dan ketika hari H, saya gagal menonton perdana IMAX karena tiketnya selalu SOLD OUT! Saya selalu keabisan tiket karena rata-rata mereka yang mau nonton IMAX udah pada mesen tiketnya duluan lewat M-Tix, atau mereka udah ngantri dari jam 10 pagi! Biarpun gagal nonton IMAX di hari perdananya, Alhamdulillah saya nggak kelewatan euphoria-nya. Akhirnya, kira-kira H+7 saya berhasil nonton The Avengers 3D juga di IMAX, itu juga dengan bantuan orang dalem! Kalo enggak, mungkin saya baru nonton H+30 kali ya hehehe. Begitu masuk, studionya WOW banget, walaupun layarnya lebih besar di Keong Emas. Dengan tiket masuk seharga Rp. 50.000,- (weekdays), saya bisa menonton film dengan kualitas gambar dan suara yang nggak perlu ditanya lagi… Gambarnya bener-bener wide and crystal clear!  Kursinya nyaman, suaranya juga maksimal, apalagi ini film 3D, jadi lebih kerasa banget 3D-nya dibanding nonton 3D di studio reguler. AMAZING!

pose norak dengan kacamata IMAX


 
Satin Class – Blitz Megaplex Grand Indonesia

Saya selalu suka dengan tagline Blitz Megaplex (BM): Beyond Movies. Dari pertama kali BM muncul, saya suka dengan konsep BM yang nggak mainstream – sebagai kompetitor perusahaan bioskop 21 Cineplex. Walaupun jaringan BM belum sebanyak 21 Cineplex, dan terkadang film yang ditayangin di 21 nggak ada di BM karena urusan birokrasi, BM tetap mampu menyuguhkan alternatif hiburan di akhir pekan. Selain itu, BM juga punya studio khusus yang nggak dimiliki kompetitornya, yaitu Dining Cinema, Velvet dan Satin Class.

Sekitar bulan Maret yang lalu, saya dapet 2 freepass Satin Class di Blitz Grand Indonesia. Karena padatnya kerjaan dan jadwal main, dan juga bingung mau ajak siapa (hmpft), saya baru sempet nonton saat injury time. Eh, bukan injury time lagi, tapi final time begitu masa berlaku freepass ini abis, 30 Juni kemaren. Fyuh. Akhirnya daripada bingung, saya ajak tetangga sekaligus sahabat saya, Evan, untuk nemenin nonton ‘Brave’ sekalian malem mingguan bareng.

penampakan tiket Satin Class

Studio Satin Class ini ada di atas, jadi harus baik eskalator dulu. Begitu masuk, saya sempet kaget karena studionya ternyata satu tempat dengan studio reguler, cuma bedanya Satin Class ada di bagian atas, jadi sejajar sama layar gitu. Saya sebenernya kurang sreg sih dengan kesejajaran itu, apalagi jarak kursi dengan layarnya lumayan jauh, jadinya kualitas gambar dan suaranya nggak maksimal. Malah tadinya saya pikir Satin Class ini punya studio khusus sendiri.  Tapi kekurangan itu terbayar dengan kenyamanan dan fasilitas studionya. Selain kursinya bisa buat selonjorin kaki, ada meja kecil juga di samping kiri dan kanannya buat naro tas atau makanan/minuman. Pelayanannya pun super oke. Kalau kita mau pesen makanan/minuman, tinggal pencet tombol yang ada di meja, petugas langsung datang untuk melayani, kembaliannya pun dianter pula jadi kita hanya cukup duduk manis aja. Mau liat penampakan studio Satin Class? Googling aja kali ya :)


Premiere XXI Gandaria City

Setelah berkali-kali gagal nonton The Dark Knight Rises (TDKR) di IMAX, akhirnya saya dan movie mate saya, Billy, memutuskan untuk nonton TDKR di studio Premiere XXI GanCit. Ada beberapa pertimbangan kenapa saya milih nonton di Premiere XXI. Pertama, saya selalu keabisan tiket IMAX walaupun udah beli online lewat M-Tix! Kedua, saya dan Billy sama-sama belum pernah nonton di Premiere (hehe). Terakhir, TDKR merupakan film 2D, dan durasinya 165 menit. Jadi, kami pikir kenyamanan saat nonton TDKR itu penting banget!

tiketnya aja keliatan mewah banget

Begitu masuk studio Premiere XXI, saya sempet norak gitu karena nggak ngerti cara mengatur sofanya supaya bisa selonjorin kaki, hehe. Sempet celingak-celinguk juga karena semua orang di studio pada selimutan. Nah loh, selimutnya ditaro dimana tuh? Ternyata selimutnya ada di dalam laci meja, hihihi. Harus saya akui, diantara 3 tempat nonton yang udah saya ceritain di atas, studio Premiere XXI GanCit ini yang paling PW! Dengan tiket masuk seharga Rp. 50.000,- (weekdays), saya bisa nonton dengan super nyaman, sofa yang empuk, selimutan pula, that’s what i called lil’ heaven! Walaupun layarnya nggak sebesar layar IMAX, kualitas gambar dan suara juga nggak seperti IMAX, dan di awal-awal film saya sempet terganggu dengan kehadiran petugas yang sibuk bolak-balik untuk melayani pesanan makanan dan minuman, saya bener-bener enjoy nonton di Premiere XXI! Serasa nonton home theater di rumah karena di dalam studionya sendiri cuma tersedia 30 kursi (CMIIW). Lux banget deh pokoknya!

Mau dimana pun nontonnya, balik lagi ke selera dan budget masing-masing. Intinya, nonton film itu jangan dibikin ribet. Just sit back, relax, feel the sensation and enjoy the movie!



Tuesday, July 24, 2012

mencicipi sushi miya8i


Apa yang terlintas di pikiran lo begitu denger kata 'Miyabi' ?

Bokep. Pasti nggak jauh-jauh dari itu kan? Saya pun demikian :D

Miyabi emang cukup fenomenal di sini, apalagi sejak si bintang bokep yang bernama asli Maria Ozawa nan cantik dan seksi asal negeri sakura itu menyambangi Indonesia untuk bermain dalam satu judul film Indonesia. Loh kok jadi ngomongin beginian sih?

Anyway, yang mau saya ceritain kali ini emang tentang miyabi, sama-sama enak (loh?), tapi dari segi yang berbeda, Sushi Miya8i (baca: miyabi). Sebenernya saya udah lama denger tentang Sushi Miya8i ini dari jejaring sosial, tapi baru sempet cobain beberapa waktu yang lalu bersama salah seorang teman dekat saya.

Sushi Miya8i yang saya jajal waktu itu merupakan cabang kesekian, di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di seberang Labschool Kebayoran. Begitu duduk, dikasih menu sama waitressnya, saya langsung bingung mau makan yang mana. Dari menu keliatannya enak-enak semua, menggiurkan banget gitu. Setelah bolak balik menu beberapa kali, akhirnya saya dan teman saya memilih 3 menu sushi, dan ocha dingin (biar bisa refilll) hehehe....

Seulawah Roll (29k)
Ini sushi pertama yang saya cobain. Judulnya Seulawah Roll. Menurut sumber yang saya dapet sih karena bentuk penyajiannya mirip sama gunung Seulawah di Aceh. Nama sushinya juga berbau-bau Aceh karena salah satu pemilik Sushi Miya8i-nya orang Aceh, Teuku Wisnu, yang merupakan seorang aktor dan pacarnya Shireen Sungkar (penting!). Garnish-nya cantik, lumayan enak sih perpaduan baked salmon, crunchy flakes dan saus teriyaki-nya. Rasa mayonaisse-nya juga rada pedes-pedes gitu. Tapi saran saya, jangan terlalu banyak makannya, bisa eneg lho.



Ori Baked California Roll (28k)

Sushi kedua judulnya Ori Baked California Roll. Sushi ini sih katanya salah satu favorit yang paling banyak dipesan setelah Seulawah Roll. Kalo nggak salah inget, sushi ini isinya campuran daging kepiting dan mushroom, disiram dengan spicy mayo. Rasanya campur-campur banget; rada pedes, sedikit manis, dan agak asem, mungkin karena mayonaisse-nya terlalu dominan kali ya. Lumayan eneg, karena sebelumnya saya makan sushi yang banjir mayo juga.




Deep Fried Tuna Spicy Roll (25k)
Pesenan sushi yang terakhir judulnya Deep Fried Tuna Spicy Roll. Huaahh akhirnya ketemu juga sushi yang nggak banyak mayo-nya. Di antara 3 jenis sushi yang dipesan, menurut saya ini sushi yang paling enak dan ramah di perut. Seumur hidup makan sushi, baru kali ini saya makan sushi yang digoreng, hehe. Isinya daging tuna spicy, dengan campuran bumbu-bumbu rahasia ala Sushi Miya8i. Worth to try deh pokoknya!


Acara icip-icip Sushi Miya8i kali itu saya tutup dengan yang manis, yaitu Ryoto Ice Cream (16k) atau saya biasa nyebutnya es krim ikan karena emang bentuknya mirip ikan. Rasanya sama kaya es krim ikan yang ada di Sushi Tei; vanilla dengan campuran kacang merah. Overall, Sushi Miya8i lumayan enak kok. Selain karena range harganya yang bersahabat mulai dari Rp 7.000,- sampai Rp 35.000,- , pilihan menunya juga beragam dan bisa jadi alternatif buat penggemar sushi yang bosen dengan varian sushi yang itu-itu aja. Saran saya cuma satu: nggak usah minta ekstra mayones ya :)



Sunday, April 8, 2012

Chrisye strikes back

Kamis malam, 5 April yang lalu, saya dan teman saya mendapat kesempatan untuk menonton sebuah pertunjukan musik. Bukan pertunjukan musik biasa, karena sejatinya sang penyanyi ini sudah tiada. Tetapi melalui tangan dingin dari seorang Erwin Gutawa dan Jay Subiakto, penyanyi legendaris Chrisye "dihidupkan" kembali dalam sebuah konser bertajuk "Kidung Abadi".


Jujur, saya sendiri bukan penggemar fanatik seorang Chrisye. Saya bahkan hanya mengetahui segelintir lagu-lagunya yang menjadi hits seperti Kala Cinta Menggoda, Cintaku, Untukku, Kala Sang Surya Tenggelam, Seperti Yang kau Minta, Andai Aku Bisa, Galih & Ratna, Serasa, dan Kangen yang dibawakannya bersama Sophia Latjuba. Tetapi hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk menyaksikan Chrisye "bernyanyi" lagi.

Setelah menunggu beberapa menit dari jadwal seharusnya (jam 20.00), akhirnya para pemain orkestra mulai masuk menduduki kursi mereka masing-masing. Tak lama setelah itu, Erwin Gutawa, Damayanti Noor (istri Chrisye) dan Jay Subiakto tampil ke atas panggung untuk memberikan sepatah dua patah kata, lalu mempersembahkan konser Kidung Abadi ke ribuan penonton yang memenuhi Plenary Hall Jakarta Convention Center malam itu.

Photo courtesy of Vivanews

Konser dibuka dengan penggalan beberapa intro lagu Chrisye, salah satunya "Anak Jalanan", yang mengalun indah dari Erwin Gutawa Orkestra, kemudian disusul dengan permainan biola nan apik oleh Hendry Lamiri dalam lagu "Kala Sang Surya Tenggelam" serta "Galih dan Ratna".

Photo courtesy of Vivanews

Suasana konser mulai menghangat ketika Gita Gutawa tampil ke atas panggung, melantunkan salah satu lagu dari Chrisye, kemudian dia bercerita sedikit tentang memorinya bersama sang legendaris. Tak lama setelah itu, saya dan penonton lainnya dibuat "panas" oleh penampilan grup band GIGI yang malam itu tampil sangat enerjik membawakan beberapa hits dari Chrisye, salah satunya "Serasa".

Nice shot by DS

Sukses memanaskan suasana konser lewat penampilan GIGI, Erwin Gutawa mencoba mendinginkan suasana dengan kehadiran salah satu diva Indonesia, Vina Panduwinata. Vina yang malam itu terlihat cantik dengan balutan gaun hitam tampil mengalunkan lagu hits ciptaan Chrisye, "Cinta". Dan disini saya baru tahu kalau salah satu lagu favorit saya ini diciptakan oleh mendiang Chrisye :')

Another shot taken by DS

Usai dimanjakan lewat penampilan apik Vina Pandiwinata, mantan vokalis Dewa 19, Once, hadir ke atas panggung dengan suara emasnya itu. Once yang malam itu mengenakan pakaian ala Chrisye, tampil membawakan beberapa lagu lama milik Chrisye salah satunya "Pelangi". Dan lagi-lagi disini saya baru tahu kalau lagu "Pelangi" ini adalah lagunya Chrisye, setelah sebelumnya yang saya tahu lagu ini dibawakan oleh Yuni Shara :')

Photo courtesy of Vivanews

Dan akhirnya, sang legenda "dihidupkan" kembali! Lewat gambar yang diproyeksikan ke layar putih, Chrisye menyapa para penonton yang begitu antusias melihat Chrisye "kembali" ke atas panggung. Saya dan penonton melebur dan bernyanyi bersama di lagu "Hura Hura", "Anak Sekolah" dan lagu-lagu hits lainnya. Chrisye juga tak sungkan mengajak semua penonton yang berada di area tribun dan VIP untuk berdiri, bergoyang mengikuti irama lagu "Kala Cinta Menggoda". Perasaan saya seperti diacak-acak, mata saya berkaca-kaca begitu Chrisye menyanyikan lagu "Seperti Yang Kau Minta" dan "Untukku"... sedih sekali :''')

Photo courtesy of Vivanews

Lagu-lagu hits Chrisye terus didendangkan, sampai tiba-tiba si cantik Sophia Latjuba keluar dari bagian tengah layar, menyanyikan lagu "Setangkai Anggrek Bulan" dan "Kangen" bersama hologram sosok Chrisye yang tampil dengan pakaian serba putih. Benar-benar bikin MERINDING! Speechless :'')

Photo courtesy of Vivanews

Ternyata Erwin Gutawa dan Jay Subiakto belum puas untuk membuat saya dan penonton merinding. Menjelang encore, Erwin Gutawa mengungkapkan perasaan menyesalnya karena selama bertahun-tahun dia bekerjasama dengan Chrisye, belum pernah satu pun Erwin menciptakan lagu untuk Chrisye. Maka untuk menebus penyesalannya itu, Erwin menciptakan sebuah lagu baru untuk Chrisye dengan menggabungkan 246 kata dan 100 master suara rekaman Chrisye, yang liriknya ditulis oleh Gita Gutawa. Konser mencapai klimaks ketika Chrisye hadir dalam animasi video hitam putih, menyanyikan lagu barunya "Kidung Abadi". Bulu kuduk saya langsung merinding. Super speechless :'')

Photo courtesy of Vivanews

Sumpah, begitu lagunya selesai, saya nggak tahu harus ngomong apa lagi. Saya terharu banget. Makin terharu lagi ketika Chrisye menutup konsernya dengan lagu "Pergilah Kasih". Dan di akhir konser, Chrisye pamit sambil menuturkan rasa terima kasihnya kepada penonton, istrinya, Erwin Gutawa, Jay Subiakto, dan juga kru yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu.

Baru kali ini saya menonton konser yang mengharukan. Sayang sekali lagu favorit saya "Andai Aku Bisa" tidak sempat dinyanyikan. Well, that's quite enough. Great job, mas Erwin Gutawa and team!










Wednesday, January 12, 2011

kuping latah

Di sebuah angkutan umum jurusan Muncul - Ciputat hanya ada tiga penumpang; dua orang ibu-ibu arisan duduk bersebelahan di bangku enam yang sedang bercakap-cakap dan seorang cewek di bangku empat.

Ibu #1: "Iya, jadi tu orang diem-diem masuk ke kamar anaknya"
Ibu #2 : "Lah terus gimana sama bapaknya..."

Tiba-tiba si supir angkot ngerem mendadak dan si cewek berteriak:

"Eh bapaknya!"

Disaksikan dan didengar oleh kedua ibu arisan yang ingin segera menggaruk muka si cewek.

Sunday, September 19, 2010

Pasti Pecinta Bus

Setiap orang pasti punya sesuatu yang dia favoritkan. Misalnya, warna favorit: ungu. Jadilah si orang yang memfavoritkan warna ungu itu mengoleksi berbagai macam barang yang berwarna ungu. Yes, let's call it PURPLEHOLIC. Atau mungkin NIDJIHOLIC, DORAEMONHOLIC, CHOCOLATEHOLIC, dan holic-holic lainnya. Lalu bagaimana dengan BUSHOLIC? Sounds a little strange, huh? Tapi percaya deh, di dunia ini akhirnya saya menemukan seseorang yang tergila-gila sama bus. Yeah, B-U-S, sejenis angkutan umum beroda empat yang dapat membawa penumpang dalam jumlah besar.

Jujur, awalnya saya sempat sedikit shock. Kok ada ya orang yang suka bus? Apa sih yang membuat orang itu 'jatuh cinta' sama bus? Penasaran, saya pun menelpon si oknum pecinta bus yang kebetulan adalah kolega dekat saya di kampus UI. Yep, he's Pasti Putih Dwi Suliyo, a BUSHOLIC!

Bermula dari kebiasaan cowok kelahiran 29 Juli 1989 ini yang sedari SD suka pulang kampung dengan bus ke Klaten empat bulan sekali. Saat itu yang ada di pikiran cowo yang akrab disapa Udjo ini adalah kekaguman akan benda besar yang dapat mengangkutnya dari Jakarta hingga Klaten itu. Sebuah bus yang besar sekali, dengan interior yang menurutnya "wah" plus kursi yang membuatnya betah dan nyaman duduk berjam-jam di bus. Sejak itulah kekaguman Udjo akan bus makin lama makin bertambah. Udjo mulai mengoleksi gambar-gambar bus yang ia peroleh dari koran dan majalah. Bahkan di saat anak-anak seumurannya suka menggambar pemandangan gunung, cowok yang sekarang duduk di semester 7 FISIP UI jurusan komunikasi ini malah menggambar bus! Udjo menggambar bus dengan menggunakan pensil, kemudian ia warnai dengan pensil warna, lalu ditempel di tembok rumahnya. "Rasanya waktu itu gue seneng dan bangga banget bisa gambar bus terus ditempel di tembok rumah," ungkap Announcer dan Music Director RTC UI FM ini. Dan saat itu, naik bus menjadi sebuah momen yang paling ditunggu-tunggu.

salah satu bus yang sering dinaiki Udjo


Beranjak SMP, kecintaan Udjo akan bus mulai menurun. Saat itu, Udjo hampir mengganggap dirinya 'gila' karena tidak ada satu orang pun yang bisa dia ajak berbagi tentang kesukaannya tersebut. Kecintaan Udjo pada bus makin menurun ketika duduk di bangku SMA, terlebih saat itu cowok yang bermukim di Bekasi ini tengah disibukkan dengan persiapan ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Namun saat memasuki dunia perkuliahan, Udjo mulai menemukan kembali 'cinta lamanya'. Dia menemukan komunitas bus yang bertitel "BisMania", dan kemudian memutuskan untuk bergabung dalam komunitas tersebut. 'Cintanya' makin bersemi lagi ketika dia baru mengetahui kalau tetangganya ternyata adalah seorang busholic juga. Jadilah Udjo dan tetangganya itu makin aktif mengikuti kegiatan yang diadakan oleh para pecinta bus, BisMania.

bus favorit Udjo dan ayahnya

Setiap hari Minggu, komunitas BisMania rutin mengadakan gathering dengan tujuan untuk mendekatkan para anggotanya. Kira-kira setahun yang lalu, Udjo mengikuti gathering dengan melakukan kunjungan ke terminal Lebak Bulus, Jakarta. Di sana ia banyak berkenalan dengan sejumlah pecinta bus lainnya, saling bertukar info tentang bus, dan juga sharing seputar 'kegilaan' mereka terhadap bus. Ada salah seorang kolega Udjo yang cukup gila, sebut saja namanya X. Saking penasarannya dengan bus Bejeu, salah satu bus jurusan Jakarta-Jepara yang cukup mewah karena di dalamnya terdapat fasilitas wi-fi, colokan listrik, dan tempat untuk membuat kopi, si X ini rela bolak balik Jakarta-Jepara-Jakarta hanya untuk 'mencicipi' kenyamanan bus tersebut. Wow!

bus Bejeu

Untungnya, Udjo belum segila itu. Kecintaan cowo penyuka genre musik electro pop ini masih dalam batas normal. Udjo jadi makin tahu seluk beluk sebuah bus; bagaimana sebuah bus itu diciptakan, mulai dari chasis (rangka bus), mesin, hingga ke industri-industri yang memproduksi bus salah satunya adalah Adi Putro, yang menjadi industri karoseri terbaik se-Asia Tenggara. Pada akhirnya, cowok yang hobi mengoleksi miniatur bus ini punya harapan agar komunitas yang akan segera menyelenggarakan touring ke industri bus tersebut dapat lebih maju dan dapat diterima oleh masyarakat luas. "Mudah-mudahan semua orang pada naik bus, bisa enjoy sama bus... daripada beli mobil, mahal kan? Lagian bus itu bisa muat banyak orang lho!" ujar cowok bertubuh kurus ini sambil tertawa.

Friday, April 2, 2010

i heart five!

Five Things You Are Addicted To
One: music
Two: movie
Three: dimsum
Four: marshall bruce mathers III
Five: internet

Five Places You Want To Visit Before You Die
One: Las Vegas
Two: Netherland
Three: Europe
Four: Tasmania Island
Five: Hawaii

Five Random Things Around You
One: a bottle of Yakult
Two: HP printer
Three: mouse
Four: headset
Five: CD's

Five Random Things That Start With The Same Letter As Your First Name
One: vacuum cleaner
Two: vocabulary (???)
Three: virgo (?!!!)
Four: vcd (so last year)
Five: va*ina (no more idea..)

Five Things That Always Cheer You Up
One: friends
Two: music
Three: window shopping
Four: watching concert
Five: eating dimsum like crazy!

Five Animals You’d Want As Pets, But Can’t Have
One: panda
Two: little dog
Three: koala
Four: orang utan
Five: little elephant

Five Things You Would Do If Fiction Were Real
One: tell hachiko that his master's already die T___T (hell no, it isn't fiction)
Two: help jigsaw to make more "beautiful games"
Three: accompanying Mr. Fredricksen to stay in Paradise Falls
Four: become DannyOcean's wife! (oh gosh i'm rich in peace :p)
Five: be a patient of Dr. Howard Mierzwiak to erase all of my bad memories :)

-via moronicbeauty

Monday, July 27, 2009

turn your name into a face!

Hello Kitschy! (kayak nama blognya si Alex)

Kira-kira 2 hari yang lalu gue buka kaskus, terus nemu situs lucu.
Pertama gue buka sih, gue sempet bingung. Apaan sih ini?
Eh ternyata cukup sukses ngebuat gue ketawa.

Jadi, hanya dengan menulis nama, kita bisa ngeliat muka kita berdasarkan nama kita sendiri!

Pertama gue coba pake nama Vania Damayanti, nama lengkap gue. Dan ini hasilnya:

wah kok gue jadi jenggotan ya? hahaha..

Oke, sekarang gue coba 'Vania' aja. Begini hasilnya:

wahahaa..tambah cacat!


Gue coba 'Damayanti' ah:

HAHAHA.. makin cacat!


Lho kok nggak ada yang bener ya muka gue?! Mukanya jadi lanang semua. Jelas-jelas kan gue wanita.

Oh iya, gue coba pake 'Anye'. Gimana ya hasilnya?

bener-bener lanang


Gimana kalo pake nama andelan gue, 'Anye Mathers'.. Ternyata hasilnya begini:

mirip si kembar nakula dan sadewa nggak sih? *ngarep*


Hahahahahhaaa.. Dari semua nama yang gue punya, nggak satupun yang mirip atau paling nggak mirip-mirip dikit lah sama muka gue, nggak adaaaaaa!
Gue bener-bener berubah jadi LAKI-LAKI. Sejati.

Hyahahahahhaaaaahahaa...

Buat yang mau nyoba peruntungan wajahnya, monggo klik di sini. Hihii..

SELAMAT MENCOBA!






Saturday, February 14, 2009

you made my heart go giddy up!

Belom lama ini si Anu baru beli CD compilation reggae gitu. Isinya yaa lagu-lagu reggae (yaiyalah moso keroncong?!) dari masa ke masa. Selama gw ada di mobil si Anu, doi selalu muter CD itu sampe-sampe gw apal semuanya. Yaelah lebay banget. Hahaha.

Ada salah satu lagu yang 'catchy' banget di telinga gw. Irama lagunya riang banget, udah gitu suara penyanyinya khas banget! Kayak anak kecil! Udah gitu aksen britishnya kentel banget. Jenaka deh pokoknya. Awalnya sih gw cuma ketawa-ketawa aja dengernya. Sampe akhirnya kemaren gw penasaran sama penyanyinya. Gw liat di CDnya, oh nama penyanyinya MILLIE SMALL. Begitu sampe di rumah, gw langsung googling si millie, dan ternyata...

DIA EMANG JENAKA BANGET MUKANYA!!! HAHAHAHAHAA.. :LOL





Atau yang versi item putihnya..





Lucu banget! Jenaka banget! Gimana gw nggak ketawa coba ngeliat tampang dan ekspresi muka kayak si Millie itu..Bwakakakakakaaa..
Coba liat deh pas di akhir video ada 3 cewe nari-nari nggak jelas.
Hahahhahahaa..Sumpah, nggak bisa nggak ketawa deh gw ngeliatnya..... :lol

Dan ternyata gw juga baru tau kalo lagu itu produksi tahun '64! Gilee.. jadul banget!
Liriknya simple banget..

My boy lollipop
you made my heart go giddy up
you are as sweet as candy
you're my sugar dandy
Ha, ho my boy lollipop
never ever leave me
because it would grieve me
my heart told me so
I love you, I love you, I love you so
but that I want you to know
I need you, I need you, I need you so
and i'll never let you go
my boy lollipop
you make my heart go giddy up
you set the world on fire
you are my one desire
Oh oh My lollipop
My boy lollipop, my boy lollipop


What a nice and catchy song! I'm lovin' it.. ^^

*want to know more about Millie? silakan googling sendiri yaa.. :)

Wednesday, July 16, 2008

damn, i miss(ed) my hair!!!

hell o..

atas saran yang "mendesak" dari bung takupol, maka gw janji..(mudah2an) sepenuh hati..kalo gw bakal ngepost RUTIN. hehehee.. (doain aja, bang!)

gilaa..
gw kangen sama RAMBUT-RAMBUT gw.. (lha,emang gw punya brp rambut??) hehheee.. gw kangen sama rambut2 gw yg dulu..






rambut panjang gw..gw masi bisa nyium rambut sendiri..
ato yang ini..





ini juga..

sampe akhirnya gw "mengakhiri" rambut gw dgn cara kayak gini..



ini salah satu potongan rambut terpendek yg pnah gw "alamin"..

dan sekarang..gw ngerasa kalo..rambut gw tu gak panjang2!!! segini-gini mulu..




asli! gak panjang2 ni rambut!!! dikuncir aja blm bisa..yaa bisa sii dikit tp pasti ada sisa2 rambut gitu.. gimana nii??!!

apa gw perlu pake shampo metal?!

*kangenrambutgwyangdulu*
 

Blog Template by YummyLolly.com